Jumat, 17 April 2026

Penelantaran Anak

Drama Keluarga Vento Batfutu Memanas: Bantah Telantar Anak Tapi Polisikan Putri Kandung

Di tengah sengkarut tudingan penelantaran anak yang dilayangkan mantan istrinya, Asteria Lerebulan, Vento justru melaporkan putri kandungnya sendiri,

Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Fandi Wattimena
Tribunambon/jenderal
PENELANTARAN ANAK - Vento Batfutu didampingi tunangannya, Putry Pasanea dan Kuasa Hukum, Mona Lappy saat ditemui sejumlah wartawan, Selasa (13/5/2025). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Babak baru dalam konflik rumah tangga produser musik Maluku, Vento Batfutu, kembali tersaji. 

Di tengah sengkarut tudingan penelantaran anak yang dilayangkan mantan istrinya, Asteria Lerebulan, Vento justru melaporkan putri kandungnya sendiri, Pingkan, ke polisi atas dugaan pencemaran nama baik.

Ditemui awak media pada Selasa (13/5/2025), Vento membantah keras tuduhan telah menelantarkan buah hatinya. 

Ia balik menuding Asteria sebagai pihak yang justru meninggalkan anak-anak mereka tanpa kabar sejak November 2022 hingga Januari 2025.

"Apakah fair (adil) ketika saya satu dua bulan mengabaikan lalu selama berapa tahun itu saya melayani anak-anak lalu Asteria menuduh saya ini tidak menafkahi anak-anak? Dia (Asteria) lari tanpa kabar selama beberapa tahun saya yang layani anak. Semua ada buktinya. Saya laporkan penelantaran anak," tegas tunangan penyanyi Putry Pasanea ini.

Sang pengacara, Mona Lappy, turut memperkuat pernyataan Vento.

Menurutnya, sejak Asteria membawa pergi anak-anak, kliennya tak lagi memiliki akses langsung untuk bertemu dan memberikan nafkah. 

Baca juga: Bantah Tuduhan Selingkuh, Vento Ungkap Dugaan Perselingkuhan Mantan Istri dengan WNA

Baca juga: Tak Hanya Polisikan Anak Kandungnya, Vento Lapor Balik Mantan Istri Atas Dugaan Penelantaran Anak

Mona berpegang pada Undang-Undang Kekerasan Dalam Rumah Tangga pasal 19, yang menyebutkan penelantaran terjadi jika tidak menafkahi selama tiga bulan berturut-turut. 

"Jadi jangan bilang satu bulan tidak menafkahi atau satu hari tidak menafkahi lalu bilang penelantaran. Kan kebutuhan bulanan sudah diberi, beras sampai bedak dan sisir, itu dibeli Vento kepada anak-anaknya," tandas Mona.

Mona juga menyoroti aktivitas Asteria yang sempat membawa Pingkan kuliah ke Kuala Lumpur pada 2017, mempertanyakan pengawasan terhadap anak-anak selama Asteria bolak-balik Malaysia-Indonesia. 

Ia juga menyinggung menghilangnya Asteria selama hampir dua tahun sebelum kembali pada Januari 2025.

Sebabnya, Mona mempertanyakan siapa sebenarnya yang menelantarkan anak-anak selama periode tersebut.

Bukti percakapan Vento dengan anak-anaknya, Sterling dan Polina, yang meminta uang, turut dihadirkan untuk memperkuat klaim Vento bahwa ia tetap bertanggung jawab secara finansial.

Namun, drama tak berhenti di situ. Di tengah upaya membela diri dari tuduhan mantan istri, Vento justru melayangkan laporan polisi terhadap putri kandungnya sendiri, Pingkan. 

Laporan dengan nomor STTP/79/V/Ditreskrimsus ini sontak menambah panas bara konflik keluarga yang sedang berkecamuk.

"Kami memasukkan tiga laporan ke Polda Maluku, salah satunya ini. Saya melaporkan Pingkan selaku anak kandung saya ke Ditreskrimsus," ungkap Vento dengan nada serius.

Vento membeberkan akar permasalahan yang membuatnya mengambil langkah drastis ini. 

Menurutnya, perselisihan bermula ketika anak-anaknya meminta uang sekitar Februari atau April lalu. 

Vento lantas mengarahkan mereka untuk meminta kepada ibu mereka, Asteria, yang baru saja kembali ke Ambon pada Januari 2025 setelah menghilang sejak November 2022.

"Waktu bulan Februari atau April, anak-anak ini minta uang kepada saya, terus saya bilang, minta sama mama dulu. Mama kan baru tiba di Kota Ambon Januari 2025," jelas Vento.

Dengan keyakinan penuh, Vento menyatakan bahwa keputusannya melaporkan sang putri bukan tanpa dasar. 

Ia merasa berada di pihak yang benar dan mengklaim memiliki bukti-bukti kuat untuk mendukung laporannya. 

"Kita tidak mungkin melapor balik kalau kita merasa di posisi yang lemah. Jadi kenapa kami melapor karena kami tahu kami berada di posisi yang benar dan kami melampirkan bukti-bukti yang jelas," tegasnya.

Vento bahkan menunjukkan kesiapannya jika kasus ini berlanjut hingga ke pengadilan. 

"Kalau memang masalah ini sampai di persidangan ya kami jalani saja, karena konsekuensinya memang begitu," ujarnya.

Lebih lanjut, Vento mengungkapkan bahwa pencemaran nama baik yang diduga dilakukan oleh Pingkan terjadi melalui unggahan di akun media sosial Facebook dan TikTok milik sang anak. 

"Saya sudah lampirkan bukti-buktinya," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved