Selasa, 28 April 2026

Ambon Hari Ini

Salam Fest dan Moluccas Digifes 2025 Dibuka, Dorong Sinergi Ekonomi Syariah dan Digital di Maluku

festival ini bertujuan untuk meningkatkan literasi masyarakat terhadap prinsip ekonomi syariah, memperluas adopsi dan pemanfaatan ekonomi.

Tribunambon/jenderal
BANK INDONESIA - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku menggelar Salam Fest dan Moluccas Digifest 2025, Kamis (24/4/2025). Pemukulan alat musik tradisional Maluku Totobuang oleh Kepala BI Maluku, Mohammad Latif, Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, Ketua DPRD Maluku, Benhur Watubun dan Pangdam XV Pattimura, Mayjen TNI. Putranto Gatot Sri Handoyo jadi penanda dibukanya acara tersebut. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Suasana meriah mewarnai pembukaan Sharia Local Economic Festival (SALAM Fest) dan Moluccas Digifest 2025 yang digelar oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku. 

Acara yang dipusatkan di Pattimura Park, Kota Ambon, resmi dibuka oleh Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, Kamis (24/4/2025).

Festival yang akan berlangsung selama tiga hari ini merupakan bagian dari rangkaian menuju Festival Ekonomi Keuangan Digital Nasional yang akan diselenggarakan di Jakarta. 

SALAM Fest 2025 tidak hanya menjadi wadah promosi ekonomi syariah dan digital, tetapi juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan menarik, mulai dari talkshow inspiratif, edukasi mendalam mengenai keuangan syariah dan digital, hingga tabligh akbar yang menghadirkan Ustadz Maulana.

Kepala BI Maluku, Mohammad Latif, dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan ini mengusung tema sentral, yakni "Sinergi Digitalisasi dan Ekonomi Syariah Menuju Inklusi dan Pertumbuhan Ekonomi Maluku yang Berkelanjutan". 

Menurutnya, festival ini bertujuan untuk meningkatkan literasi masyarakat terhadap prinsip ekonomi syariah, memperluas adopsi dan pemanfaatan ekonomi serta keuangan digital, sekaligus memperkuat sinergi antar berbagai pihak terkait dalam memajukan perekonomian daerah.

“Festival ini kami laksanakan secara terintegrasi dan efisien, dengan harapan dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Ambon dan Maluku secara keseluruhan. Kami sangat bangga menggandeng 36 UMKM lokal sebagai representasi nyata dari semangat pengembangan ekonomi dari kita, oleh kita, dan untuk kita,” ungkap Mohammad Latif dengan antusias.

Lebih lanjut, Mohammad Latif menyoroti salah satu fokus utama dalam kegiatan ini, yaitu digitalisasi sistem pembayaran. 

Ia mengungkapkan bahwa BI mencatat pertumbuhan transaksi digital yang sangat signifikan di Maluku. 

Hingga Februari 2025, transaksi menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) tercatat meningkat sebesar 32 persen, sementara volume transaksi digital lainnya juga mengalami pertumbuhan yang menggembirakan, yakni lebih dari 20 persen.

Saat ini, lebih dari 80.000 merchant di seluruh wilayah Maluku telah memanfaatkan kemudahan QRIS.

Dalam kesempatan yang sama, sejumlah inisiatif inovatif turut diluncurkan sebagai bagian dari upaya mendorong ekonomi digital dan syariah di Maluku. 

Beberapa di antaranya adalah penyerahan simbolis Kartu Kredit Indonesia untuk Pemerintah Provinsi Maluku, peluncuran kolaborasi strategis antara perbankan dan PT Pos Indonesia dalam program "Racing Mari Katong Pakai QRIS", serta pemberian bantuan sarana produksi bagi klaster pangan lokal sebagai wujud dukungan terhadap sektor riil.

Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi terhadap inisiatif yang digagas oleh Bank Indonesia. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved