Info Daerah
Partisipasi Pilkada 2024 di Maluku Tengah Hanya 64,23 Persen
Persentase kesuksesan Pilkada 2024 itu dipaparkan langsung oleh Komisioner KPU Kabupaten Maluku Tengah, Abdul
Penulis: Silmi Sirati Suailo | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo
MASOHI,TRIBUNAMBON.COM - Angka partisipasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 Kabupaten Maluku Tengah hanya 64,23 persen.
Persentase kesuksesan Pilkada 2024 itu dipaparkan langsung oleh Komisioner KPU Kabupaten Maluku Tengah, Abdul Aziz Latuconsina, di salah satu hotel di Masohi, Rabu (23/4/2025).
Padahal diakui Aziz KPU Maluku Tengah menargetkan kesuksesan Pemilukada di angka 75 persen partisipasi pemilu.
"Partisipasi Pilkada Maluku Tengah berada di angka partisipasi 64,23 persen. Urutan ke 10 partisipasi paling rendah se Provinsi Maluku," ujarnya.
Kata dia, banyak masyarakat yang tidak menggunakan hak pilih, dimana hanya 192.254 daftar pemilih tetap (dpt) yang gunakan hak pilih.
Jumlah hak pilih dari form B Hasil kecamatan yang direkapitulasi di tingkat kecamatan per kategori gender terdiri dari, Jumlah seluruh pengguna hak pilih laki-laki sebanyak 912.241, sementara perempuan sebanyak 104.204
"Jumlah dpt Kabupaten Maluku Tengah sebanyak 304.278. Kemudian pelaksanaan pilkada di 694 TPS," urai Aziz.
Baca juga: Diskominfo Maluku Tengah Teken Kerjasama dengan PT. Telkom
Baca juga: Jembatan Rumadian-Dian Rusak, Eleujaan Siapkan Longboat: Anak Sekolah Gratis, Dewasa Seikhlasnya
Ditambahkan, ada beberapa TPS khusus di Lapas wahai, Lapas Masohi dan Desa Iha Sepa.
Diakui dari total 192.254 dpt, KPU Maluku Tengah sukses di angka 64.23 persen.
Ia menyayangkan persentase yang terbilang masih kecil lantaran KPU Maluku Tengah menaruh target di angka 70 persen.
"Kami merasa belum sukses dari tingkat atas sampai bawah. Maka ini menjadi catatan evaluasi penting untuk menaikan partisipasi tersebut," tuturnya.
Disampaikan, bukan hanya KPU yang memiliki tugas meningkatkan partisipasi masyarakat melainkan semua elemen dan stakeholder.
Terpenting tugas dari Parpol karena mereka punya unsur kepengurusan dari tingkat DPD sampai tingkat ranting, maka mereka punya peluang kampanyekan.
"Saat penyelenggara Pilkada, (KPU Maluku Tengah) belum mampu sosialisasi ke komunitas masyarakat maupun elemen masyarakat bawah karena banyak dipanggil ke Jakarta," pungkas Aziz. (*).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/KPU-Malteng-4.jpg)