Senin, 13 April 2026

Info Daerah

Partisipasi Pilkada 2024 di Maluku Tengah Hanya 64,23 Persen

‎Persentase kesuksesan Pilkada 2024 itu dipaparkan langsung oleh Komisioner KPU Kabupaten Maluku Tengah, Abdul

TribunAmbon.com/ Silmi Suailo
PENYAMPAIAN EVALUASI - Komisioner KPU Kabupaten Maluku Tengah, Abdul Aziz Latuconsina (tengah) dalam penyampaian evaluasi Pilkada 2024, Rabu (23/4/2025) 

‎Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo 

‎MASOHI,TRIBUNAMBON.COM - Angka partisipasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 Kabupaten Maluku Tengah hanya 64,23 persen. 

‎Persentase kesuksesan Pilkada 2024 itu dipaparkan langsung oleh Komisioner KPU Kabupaten Maluku Tengah, Abdul Aziz Latuconsina, di salah satu hotel di Masohi, Rabu (23/4/2025).

‎Padahal diakui Aziz KPU Maluku Tengah menargetkan kesuksesan Pemilukada di angka 75 persen partisipasi pemilu. 

‎"Partisipasi Pilkada Maluku Tengah berada di angka partisipasi 64,23 persen. Urutan ke 10 partisipasi paling rendah se Provinsi Maluku," ujarnya.  

‎Kata dia, banyak masyarakat yang tidak menggunakan hak pilih, dimana hanya 192.254 daftar pemilih tetap (dpt) yang gunakan hak pilih.

‎ Jumlah hak pilih dari form B Hasil kecamatan yang direkapitulasi di tingkat kecamatan per kategori gender terdiri dari, Jumlah seluruh pengguna hak pilih laki-laki sebanyak 912.241, sementara perempuan sebanyak 104.204

‎"Jumlah dpt Kabupaten Maluku Tengah sebanyak 304.278. Kemudian pelaksanaan pilkada di 694 TPS," urai Aziz.

Baca juga: Diskominfo Maluku Tengah Teken Kerjasama dengan PT. Telkom

Baca juga: Jembatan Rumadian-Dian Rusak, Eleujaan Siapkan Longboat: Anak Sekolah Gratis, Dewasa Seikhlasnya

‎Ditambahkan, ada beberapa TPS khusus di Lapas wahai, Lapas Masohi dan Desa Iha Sepa. 

‎Diakui dari total 192.254 dpt, KPU Maluku Tengah sukses di angka 64.23 persen. 

‎Ia menyayangkan persentase yang terbilang masih kecil lantaran KPU Maluku Tengah menaruh target di angka 70 persen.  ‎

‎"Kami merasa belum sukses dari tingkat atas sampai bawah. Maka ini menjadi catatan evaluasi penting untuk menaikan partisipasi tersebut," tuturnya. 

‎‎Disampaikan, bukan hanya KPU yang memiliki tugas meningkatkan partisipasi masyarakat melainkan semua elemen dan stakeholder.

‎‎Terpenting tugas dari Parpol karena mereka punya unsur kepengurusan dari tingkat DPD sampai tingkat ranting, maka mereka punya peluang kampanyekan. ‎

‎"Saat penyelenggara Pilkada, (KPU Maluku Tengah) belum mampu sosialisasi ke komunitas masyarakat maupun elemen masyarakat bawah karena banyak dipanggil ke Jakarta," pungkas Aziz. (*). 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved