Jumat, 17 April 2026

Maluku Terkini

62 Hari Pasca Dilantik, Hendrik Lewerissa Sampaikan Peluang, Tantangan dan Harapan

Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa dirinya perlu merefleksi baik untuk peluang, tantangan, dan harapan yang dihadapinya usai dilantik Presiden RI.

|
Tribunambon/Mesya
HENDRIK LEWERISSA - Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa foto bersama Forkopimda, Selasa (22/4/2025) kemarin. Dia menyampaikan peluang, tantangan, dan harapan yang dihadapinya 62 hari pasca dilantik sebagai gubernur. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa mengaku setidaknya pada Selasa (22/4/2025) kemarin tepat 62 hari dirinya dilantik sebagai orang nomor satu di bumi raja-raja ini.

Untuk itu, tentu dirinya perlu merefleksi baik untuk peluang, tantangan, dan harapan yang dihadapinya usai dilantik Presiden RI, Prabowo Subianto di Istana Negara tanggal 20 Februari 2025 lalu.

“Selama 62 hari setelah dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku oleh Bapak Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto di Istana Negara tanggal 20 Februari 2025 lalu, kami merasa tugas koordinasi dengan para Forkopimda menjadi sangat penting, terutama dalam  momentum dan situasi yang terjadi saat ini,” kata Lewerissa.

Dia menjelaskan, situasi dan kondisi stabilitas ekonomi politik global yang tidak baik-baik saja, dan perkembangan dinamika yang terjadi pada komunitas global akibat dari pengaruh kebijakan perang dagang antara Amerika Serikat dan Thiongkok yang berimplikasi pada hampir semua negara termasuk Indonesia dan terlebih khusus di Maluku.

Terkait kebijakan efisiensi Anggaran oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Maluku sudah melakukan langkah-langkah antisipasi dan upaya penyesuaian untuk kepentingan pembangunan dan pelayanan masyarakat.

Inflasi Maluku Tengah, Kepala BPS Akui Sementara Pendataan Lapangan

Baca juga: Jenazah Paus Fransiskus Dimakamkan 26 April 2025 di Santa Maria Maggiore, Patuhi Wasiat Terakhirnya

“Jadi untuk kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, saya dan wakil Gubernur Maluku tidak tinggal diam, tetapi kami juga telah membuat langkah dan upaya penyesuaian bertujuan untuk kegiatan Pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat dan kami minta masyarakat dapat memahami situasi dan kondisi tersebut,” terangnya.

Lanjutnya, untuk masalah stabilitas keamanan yang terjadi akhir-akhir ini, Pemerintah memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada masyarakat yang atas kesadaran bersama dalam menyelesaikan perpecahan dan perselisihan di negeri ini.

“Saya juga membutuhkan dukungan dari Bapak Kapolda, Bapak Pangdam XV/Pattimura dan Bapak Keajati serta berbagai pihak lain dalam penegakkan hukum, supaya masyarakat bisa merasakan sungguh-sungguh  kehadirian negara, kehadiran pemerintah dalam situasi-situasi yang mereka hadapi,” ucap Lewerissa.

Masyarakat juga diimbau untuk menjaga stabilitas dan kemanan di Maluku, karena lewat kondisi yang aman dan stabil, para investor bisa berinvestasi di Maluku supaya roda perekonomian di maluku berjalan dengan baik demi kesejateraan masyarakat.

“Oleh karena itu, kami memohon kepada seluruh msyarakat di Maluku, mari kita lakukan yang terbaik par Maluku pung bae dengan cara kita menjaga lingkungan keluarga dan masyarakat. Kalau toh ada masalah perdata maupun pidana mari kita tempuh jalur hukum, saya pastikan negara hadir, saya pastikan lembaga-lembaga ini akan bekerja sebagaimana yang diharapkan oleh Masyarakat”, tandas Lewerissa.

Tambah Lewerissa, tugas-tugas pemerintahan yang dilakukan di Provinsi Maluku, sebagai perwakilan Pemerintah Pusat di daerah tidak bisa berjalan sendiri, tetapi membutuhkan dukungan dari Forkopimda dalam menunjang tugas- tugas pemerintahan.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved