Bentrok di Serut

Redam Isu Provokatif, Makan Patita Bertajuk 'Salam Sarane' Digelar di Negeri Pasahari

Acara ini menjadi respons sigap pemerintah negeri dalam meredam potensi gejolak akibat isu provokasi yang menyebar di tengah masyarakat, terutama terk

|
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Fandi Wattimena
Sumber; Istimewa
MAKAN PATITA - Negeri Pasahari, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah menggelar makan patita atau makan bersama bertajuk 'Salam Sarane', Senin (7/4/2025). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Negeri Pasahari, Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah, menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga persatuan dan kesatuan dengan menggelar acara makan patita akbar bertajuk 'Salam Sarane', Senin (7/4/2025). 

Acara ini menjadi respons sigap pemerintah negeri dalam meredam potensi gejolak akibat isu provokasi yang menyebar di tengah masyarakat, terutama terkait situasi di negeri tetangga, Sawai, Masihulan, dan Rumaolat.

Sekretaris Negeri Pasahari, Yacobsen N. Atuany, menjelaskan bahwa acara ini merupakan wujud sinergi antara Saniri Negeri, sesepuh adat, tokoh agama, pemimpin masyarakat, tokoh pemuda, hingga tokoh pendidikan. 

Langkah ini dipandang sebagai perisai kokoh untuk melindungi warga Pasahari dan sekitarnya dari bahaya berita bohong (hoax) dan provokasi yang beredar luas di platform media sosial seperti Facebook, WhatsApp, dan TikTok.

"Menyikapi dinamika yang terjadi di sekitar kita, kami di Pasahari bergerak bersama. Makan patita ini adalah wujud nyata komitmen kami untuk merajut kembali, bahkan memperkuat, jalinan persaudaraan 'Salam Sarane' yang menjadi identitas kita," ungkapnya.

Lebih lanjut, Yacobsen menyampaikan bahwa acara ini tidak hanya menjadi respons sesaat, tetapi juga memiliki visi jangka panjang untuk menanamkan dan menyuburkan kembali rasa persaudaraan yang mendalam di hati setiap warga Pasahari. 

Diharapkan, semangat 'Salam Sarane' ini akan terus tumbuh dan memberikan dampak positif di masa depan.

Baca juga: ‎Kebutuhan 131 Pengungsi Bentrok Seram Utara Telah Tercukupi

Baca juga: Dugaan Investasi Aplikasi Bodong di Ambon, Lidya Ketua AKQA Malah Ngaku Kaget

"Kami tidak ingin kehangatan malam ini hanya menjadi kenangan sesaat. Harapan kami adalah semangat persaudaraan ini akan terus membara, menjadi warisan tak ternilai bagi generasi mendatang di negeri tercinta ini," imbuhnya.

Kemeriahan acara ini semakin terasa dengan kehadiran para pemimpin adat dari berbagai penjuru Seram Utara. 

Deretan raja yang hadir memberikan dukungan kuat terhadap tradisi dan persatuan, di antaranya Raja Manusela, Raja Kanike, Raja Roho, Raja Huaulu, Raja Air Besar, Raja Maraina, Raja Kaloa, Raja Solea, Raja Oping, serta perwakilan dari KPN Maluku.

Selain itu, hadir pula para pemangku kebijakan seperti Pejabat Parigi, Pejabat Rumah Sokat, Sekretaris Negeri Adm Besi, Bendahara Negeri Adm Siatele, Sekretaris Elemat, Raja Hatuolo, dan Pejabat Wahai, yang semakin memperkuat sinergi antara elemen adat dan pemerintahan.

Dukungan penuh juga ditunjukkan oleh jajaran Pemerintah Kecamatan Seram Utara. Camat Seram Utara, Ahmad Syaeful Ohorella hadir langsung bersama staf kecamatan, menunjukkan soliditas dan kepedulian terhadap kondusifitas wilayah yang dipimpinnya.

Pesta persaudaraan 'Salam Sarane' di Pasahari ini lebih dari sekadar jamuan makan. 

Acara ini menjadi deklarasi sikap tegas masyarakat Seram Utara untuk merapatkan barisan, memperkuat ikatan batin, dan menolak segala bentuk upaya adu domba. 

Semangat kebersamaan yang terpancar dari acara ini diharapkan menjadi oase kedamaian dan contoh bagi wilayah lain di Maluku dalam menghadapi berbagai tantangan.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved