Kamis, 21 Mei 2026

Maluku Terkini

Ribuan Pengunjung Meriahkan Tradisi Pukul Sapu di Morella dan Mamala, Lewerisa: Ini Ikon Maluku

Ribuan warga Kota Ambon dan sekitarnya memadati kawasan stadion di dua negeri tersebut tuk menyaksikan acara

Tayang:
Penulis: Maula Pelu | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Maula Pelu
TRADISI 7 SYAWAL - Gubernur Maluku bersama dengan Bupati Maluku Tengah saat bersama dengan para peserta dalam tradisi Pukul Sapu yang berlangsung di stadion Negeri Mamala, Kecamatan Leihitu, Maluku Tengah, Senin (7/4/2025). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Tradisi Tahunan ‘Pukul Sapu’ kembali digelar di Negeri Mamala dan Morella, Kecamatan Leihitu, Maluku Tengah, Senin (7/4/2025).

Ribuan warga Kota Ambon dan sekitarnya memadati kawasan stadion di dua negeri tersebut tuk menyaksikan acara yang telah menjadi bagian penting dari Kebudayaan Maluku itu. 

Pantauan TribunAmbon.com, sejak pukul 15.50 WIT, warga yang datang dari berbagai sudut Kota Ambon mulai memadati area pertunjukan. 

Puluhan personel TNI-Polri juga sudah berjaga-jaga sejak pagi di sepanjang jalan Negeri Hitu hingga Negeri Morella

Acara Pukul Sapu ini turut dihadiri Gubernur Maluku, Bupati Maluku Tengah, hingga sejajaran Forkopimda Provinsi Maluku.

Baca juga: Tradisi Pukul Sapu di Morella dan Mamala Jadi Berkah Bagi Pedagang

Baca juga: Tren Positif Timnas Indonesia U17 di Lini Pertahanan, Timnas Yaman Harus Waspada

Rombongan pejabat ini bergegas menuju Negeri Morella dan melanjutkan berjalan kaki menuju Negeri Mamala, tuk menyaksikan tradisi tersebut. 

Dalam sambutan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa di Negeri Morella, menekan bahwa tradisi Pukul Sapu bukan hanya sekedar atraksi budaya, tetapi juga mengandung nilai historis yang mendalam. 

“Tradisi ini menunjukkan perjuangan pahlawan Kapitan Talukabessy dan para pejuang lainnya yang berani melawan penjajah demi mempertahankan tanah tumpah darah. Mereka rela mengorbankan jiwa dan raga demi bangsa. Lebih mengutamakan kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi,” ujar Lewerissa. 

Lebih lanjut, Lewerissa juga menjelaskan bahwa Pukul Sapu merupakan simbol dari kearifan lokal yang mencerminkan kekayaan tradisi dan budaya yang berkembang. 

Bahwa nilai - nilai seperti kebersamaan dan kehormatan, menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi ini, yang kini menjadi ikon pariwisata di Maluku. 

“Pukul sapu lidi adalah salah satu kearifan lokal yang merupakan cerminan dari kekayaan tradisi dan budaya yang tumbuh berinteraksi dengan lingkungan alam yang melimpah. Nilai-nilai seperti kebersamaan, toleransi dan kehormatan. Tradisi ini bahkan sudah menjadi satu ikon parawisata daerah Maluku,” sambung Lewerissa. 

Lebih lanjut, Gubernur Maluku mengajak masyarakat tuk menjaga dan melestarikan tradisi ini yang telah bertahan turun-temurun. 

“Mari kita renungkan dan perkuat tekad kita untuk mengamalkan nilai-nilai kearifan lokal dalam kehidupan sehari-hari. Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, kita dapat membangun Maluku menjadi lebih baik,” harap Lewerissa. 

Sebelum mengakhiri sambutannya, Lewerissa memberikan apresiasi kepada para tokoh adat, agama, dan seluruh pihak yang telah bekerja keras untuk mensukseskan acara pukul sapu ini. 

“Sebelum mengakhiri sambutan ini selaku Gubernur, saya ingin menyampaikan apresiasi pada Upu Latu, serta tokoh adat dan tokoh agama dan semua pihak yang telah bekerja keras dalam menyuseskan agenda pukul sapu dengan baik,” tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved