Ambon Hari Ini
Pengusaha Emas di Ambon Diduga Tipu Teman Baik Sendiri Hingga Ratusan Juta Rupiah
Peristiwa ini bermula sejak akhir tahun 2020, ketika Gadis membantu Monika yang terlilit hutang dengan memberikan 100 gram emas untuk digadaikan.
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Ode Alfin Risanto
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Seorang wanita bernama Dwi Monika Jani (29) diduga melakukan penipuan terhadap teman baiknya sendiri, Gadis Kainama (34), dengan total kerugian mencapai sekitar Rp 200 juta, belum termasuk 100 gram emas.
Peristiwa ini bermula sejak akhir tahun 2020, ketika Gadis membantu Monika yang terlilit hutang dengan memberikan 100 gram emas untuk digadaikan.
"Awalnya saya menolong Monika dengan memberikan sekitar 100 gram emas untuk dia gadaikan dan membayar hutang. Saya kasihan karena dia terlilit hutang dan sering dikejar rentenir," ungkap Gadis saat diwawancarai TribunAmbon.com, Jumat (4/4/2025).
Seiring berjalannya waktu, Monika sering meminjam uang kepada Gadis, yang diberikan secara bertahap sepanjang tahun 2021 karena hubungan pertemanan yang baik.
Selain itu, Gadis mengatakan bahwa Monika memiliki usaha jual beli emas dan salon kecantikan di kawasan Batu Merah, keluarganya juga punya banyak usaha.
Gadis juga sempat mentransfer uang kepada Monika untuk membeli emas, namun emas tersebut tidak pernah diberikan.
Baca juga: Kapolres SBT Imbau Warga Sebar Pesan Damai di Maluku
Baca juga: Maraknya Bentrok di Beberapa Daerah, Bodewin Wattimena Ajak Warga Ambon Tetap Jaga Kondusifitas
Selain itu, Gadis juga membeli emas berbentuk jam rolex senilai Rp. 22 juta, yang kemudian diakui Monika telah digadaikan.
"Karena tahu dia penjual emas, saya mentransfer uang tapi emasnya tidak diberikan. Juga membeli emas berbentuk jam rolex senilai 22 juta. Ketika saya tanya dia mengaku emas itu sudah digadai," jelas Gadis.
Gadis mengungkapkan bahwa total uang yang ditipu mencapai sekitar Rp 200 juta, belum termasuk emas 100 gram.
Monika sendiri telah mengembalikan sekitar Rp. 20 juta. Gadis juga menyita dua buah handphone dan emas sekitar 8.8 gram sebagai jaminan.
Sebelumnya, pada tahun 2022, kedua belah pihak telah melakukan mediasi dan membuat surat pernyataan bahwa Monika akan membayar secara cicil Rp. 2 juta per bulan.
Namun, kesepakatan tersebut tidak dipenuhi oleh Monika.
Puncak dari permasalahan ini terjadi pada Kamis malam (3/4/2025) sekitar pukul 23.00 WIT di sebuah hotel di Ambon.
Gadis bersama saudara perempuannya mendatangi Monika yang sedang duduk bersama teman-temannya.
Saat Gadis mencoba membicarakan masalah hutang, teman Monika, Rani, justru marah dan memicu pertengkaran.
Pertengkaran berlanjut ke lobi hotel, di mana pacar Monika, Antony Sahusilawane, yang mengaku sebagai anggota TNI, menghalangi Gadis.
Antony kemudian diamankan, dan mediasi dilanjutkan dengan pihak berwajib. Namun, mediasi tidak membuahkan hasil.
"Tiba-tiba salah seorang pria berkemeja merah datang dan mengaku sebagai pengacara lalu membawa Monika pergi," kata Gadis.
Gadis mengaku tidak terima dengan tindakan tersebut, mengingat Monika sulit ditemui dan pernah melarikan diri.
Keluarga Monika juga dinilai tidak kooperatif. Gadis mempertanyakan identitas, surat kuasa, dan legalitas pria yang mengaku sebagai pengacara tersebut, namun tidak mendapatkan jawaban.
"Saya tidak terima, karena cari Monika ini sulit, dia pernah kabur cari juga susah. Monika selalu menghindar, keluarga juga tidak kooperatif. Saya tanya nama siapa, surat kuasa dan legalitas sebagai pengacara tetapi tidak ditunjukkan tetapi membawa Monika pergi dari hotel tersebut," tegas Gadis.
Saat ini, Gadis Kainama berencana untuk membawa kasus ini ke jalur hukum dengan melaporkan kasus ini ke Mapolresta Ambon.
Terpisah dari itu, Dwi Monika Jani saat dikonfirmasi TribunAmbon.com terkait masalah hutang piutang belum memberikan jawaban.(*)
| Top 1 Asia dan Top 5 Global, PHD Crew Ambon Terkendala Biaya ke Amerika |
|
|---|
| Eten Latul Bantah Terima Uang, Tapi Bukti Transfer Jelas Tertulis Namanya |
|
|---|
| Belum Diresmikan, TPS Baru di Batu Merah Ambon Ludes Terbakar, DLHP Kecam Pelaku |
|
|---|
| Beli Sabu Rp500 Ribu, Mahasiswa 22 Tahun Diciduk Polisi di Hunuth |
|
|---|
| Upacara Hari Pancasila 2026, Kapolda Maluku Beri Penghargaan untuk Personel dan Satker Berprestasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/penipuan.jpg)