Catatan Sejarah
Hari Ini dalam Sejarah: Jembatan Merah Putih Ambon Diresmikan, Bantu Percepatan Pembangunan
Jembatan Merah Putih (JMP) Ambon diresmikan oleh Presiden ke-7 Indonesia Joko Widodo pada 4 April 2016.
Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Tanita Pattiasina
TRIBUNAMBON.COM – Hari ini dalam sejarah Kota Ambon, Provinsi Maluku, Jembatan Merah Putih (JMP) diresmikan pada sembilan tahun lalu.
JMP diresmikan oleh Presiden ke-7 Indonesia Joko Widodo pada 4 April 2016.
Jembatan penghubung Desa Galala dan Desa Poka ini dikerjakan sekitar 5 tahun, mulai dari 17 Juli 2011.
Sebagai salah satu jembatan terpanjang di Indonesia, JMP membentang sepanjang 1,140 kilometer dengan lebar 22,5 meter.
JMP terbagi menjadi 3 bagian, meliputi jembatan pendekat di Desa Poka 520 meter, di sisi Desa Galala 320 meter dan jembatan utama 300 meter.
Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Dahsyatnya Tsunami di Ambon 351 Tahun Silam, Ribuan Jiwa Melayang
Baca juga: Pertama Kali dalam Sejarah, Pergantian Kiswah Kabah di Arab Saudi Libatkan Perempuan
Hadirnya JMP, tentunya membawa dampak dan perubahan besar bagi masyarakat di Kota Ambon.
Seperti mempercepat waktu tempuh dari Bandara Pattimura menuju pusat Kota Ambon menjadi 20 menit.
Sebelum kehadiran JMP, masyarakat dari pusat kota Ambon harus menempuh waktu 60 menit untuk sampai ke Bandara Pattimura.
Selain itu, mahasiswa Universitas Pattimura (Unpatti) dan Politeknik Negeri Ambon yang hendak berkuliah pun lebih menghemat waktu untuk sampai ke kampus.
Sebelumnya, mahasiswa ataupun warga lainnya yang hendak ke wilayah Poka menaikki angkutan kota melewati Kecamatan Baguala terlebih dahulu.
Atau mereka menaikki perahu menyeberangi teluk ambon, dari Desa Galala ke Poka.
Selain menjadi penghubung, warga Kota Ambon saat ini juga kerap lari sore atau pagi di JMP sembari menikmati senja matahari yang cantik.
Penamaan Jembatan Merah Putih
Jembatan Merah Putih awalnya dinamai Jembatan Galala Poka, karena menghubungkan dua desa tersebut.
Dilansir dari laman resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kamis (5/4/2025) warga Desa Rumah Tiga yang wilayahnya juga dilewati oleh Jembatan Merah Putih merasa keberatan dengan nama tersebut.
Pasalnya, warga Desa Rumah Tiga merasa bahwa mereka tidak ikut dicantumkan dalam nama jembatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/jmp-ini.jpg)