Bentrok di Salahutu
Kronologi Lengkap Bentrok Antar Pemuda di Salahutu: Satu Korban Meninggal Dunia
Insiden yang terjadi sekitar pukul 15.45 WIT ini menyebabkan satu orang meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka berat.
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Bentrokan antar pemuda dari Desa Tulehu dan Desa Tial, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah pada Senin (31/3/2025) sore, terungkap kronologinya.
Insiden yang terjadi sekitar pukul 15.45 WIT ini menyebabkan satu orang meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka berat.
Kapolresta Ambon, AKBP Dr. Yoga Putra Prima Setya, menjelaskan secara rinci awal mula terjadinya bentrokan tersebut.
Menurutnya, peristiwa tragis ini bermula ketika tiga pemuda asal Tulehu, yakni Jakir Malabar (40), Raju Ohorella (meninggal dunia), dan Alan Semarang, berboncengan sepeda motor dari arah Suli menuju Desa Tial.
"Setibanya di Dusun Salameti, ketiga pemuda Tulehu ini ditegur oleh beberapa pemuda Desa Tial," ungkap Kapolresta, Senin (31/3/2025) Malam.
Baca juga: Kondisi di Salahutu Aman Terkendali, Kapolresta Imbau Warga Jangan Terprovokasi
Baca juga: Breaking News, Bentrok Antar Pemuda di Kecamatan Salahutu Maluku, Satu Korban Meninggal Dunia
Teguran tersebut rupanya tidak diterima baik oleh ketiga pemuda asal Tulehu.
"Tidak terima ditegur, ketiganya turun dari sepeda motor dan langsung melakukan penikaman terhadap salah satu warga Desa Tial bernama Sukirang Lestaluhu (28)," lanjutnya.
Aksi penikaman inilah yang kemudian memicu kemarahan warga Desa Tial. Seketika, massa dari Desa Tial mengejar ketiga pemuda Tulehu yang melakukan penyerangan.
"Pengejaran berakhir di depan SMP Negeri 27 Tial, Dusun Naya. Di lokasi ini, ketiga pelaku berhasil diamankan oleh massa," terang Kapolresta.
Nahas, amarah massa yang sudah terpancing berujung pada tindakan kekerasan yang lebih parah.
"Saudara Raju Ohorella meninggal dunia di lokasi kejadian akibat dianiaya menggunakan parang dan batu oleh massa," jelasnya.
Sementara itu, rekan Raju, yakni Jakir Malabar, mengalami luka-luka akibat amukan massa.
Lebih lanjut, Kapolresta menyampaikan bahwa korban pertama penikaman, Sukirang Lestaluhu, saat ini sedang menjalani perawatan intensif di RS Leimena.
Menyikapi situasi ini, Kapolresta Ambon mengimbau kepada seluruh masyarakat dari kedua belah pihak untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
"Kami dari pihak kepolisian terus berupaya untuk meredam situasi dan mencegah terjadinya bentrokan susulan. Aparat keamanan telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penjagaan dan memastikan situasi kembali kondusif," tegas Kapolresta.
Mengenai penyebab pasti dari bentrokan yang merenggut nyawa ini, Kapolresta menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/PENGEROYOKAN-2.jpg)