Senin, 13 April 2026

Bentrok di Maluku Tenggara

Kondisi Maluku Tenggara Kembali Kondusif Pasca Bentrok Antar Pemuda

Situasi di Ohoijang, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) mulai kondusif.

Megarivera
BENTROK MALRA : Suasana di Ohoijang Maluku Tenggara mulai kondusif, warga tampak mulai beraktivitas seperti biasanya, Rabu (19/3/2025). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Megarivera Renyaan

LANGGUR, TRIBUNAMBON.COM - Situasi di Ohoijang, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) mulai kondusif.

Berdasarkan Pantauan TribunAmbon.com, Rabu (19/3/2025) Pukul 11:36 WIT pangkalan ojek di Ohoi Ohoijang (Samping Gota) mulai ramai.

Nampak beberapa tukang ojek yang didominasi anak muda mulai kembali mangkal di pangkalan tersebut.

Sedangkan, jalan masuk di kawasan lampu merah masih disekat dengan sengk bekas.

Arus lalulintas juga kembali ramai seperti biasanya, warga dan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang terletak di kawasan Ohoijang mulai beraktivitas normal.

Sementara itu, jalan masuk ke karang tagepe, depan Landmark Kota Langgur, ditutup berlapis dengan rangka besi. Sekira lima meter pagar berwarna merah juga tertutup rapat.

Sejumlah aparat kepolisian dari satuan Brimob juga Polres Malra juga terlihat berjaga-jaga di belakang Landmark Kota Langgur.

Salah satu warga setempat Sandra kepada TribunAmbon.com mengatakan, masih was-was dan khawatir jika bentrok kembali terulang.

"Kami memang beraktivitas seperti biasa, namun tetap waspada jangan sampai tetiba bentrok kembali terulang," ungkapnya.

Dirinya mengakui, semua kejadian ini tergantung gerak cepat aparat Kepolisian dan Pemda saja. Pasalnya sudah ada korban jiwa takutnya akan kembali berulang.

"Kalau aparat cepat bertindak tentunya situasi tetap kondusif, kami minta kiranya Pemda dan Polres Malra bisa segera menyelesaikan dan mencari akar bentrokan," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Bentrok antar sekelompok pemuda kembali terjadi di kabupaten Maluku Tenggara(Malra), Minggu (16/3/2025) dini hari. 

Imbas dari peristiwa ini menyebabkan 16 orang warga dan anggota Polres Malra terluka.

Korban terluka dari warga berjumlah 7 orang. 2 diantaranya meninggal dunia. Sementara korban dari anggota Polres Malra berjumlah 9 orang. 

Umumnya, para korban mengalami luka-luka akibat terkena tembakan senapan angin, anak panah dan parang.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved