Efisiensi Anggaran
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa Diminta Ajukan Pembebasan Efisiensi Anggaran ke Presiden Prabowo
Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa diminta ajukan pembebasan efisiensi anggaran kepada Presiden RI, Prabowo Subianto.
Penulis: Mesya Marasabessy | Editor: Salama Picalouhata
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa diminta ajukan pembebasan efisiensi anggaran kepada Presiden RI, Prabowo Subianto.
Hal ini disampaikan menyusul adanya kedekatan antara Gubernur Maluku dengan Presiden Prabowo Subianto.
“Mereka dekat karena sama-sama pimpin Partai Gerindra di pusat dan daerah,” kata Anggota DPRD Maluku, Lucky Wattimury, Senin (17/2/2025).
Menurut Mantan Ketua DPRD Maluku itu, kebijakan Prabowo tentu berdampak bagi pemerintahan Lewerisa-Vanath.
Sebab, ditengah Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang minim, APBD Maluku senilai Rp 3,3 trilyun, dibagi untuk bayar hutang PT. SMI dan belanja pegawai serta bayar hutang pihak ketiga terkuras habis.
Ini berdampak bagi pengentasan kemiskinan ektrim, persoalan pendidikan, kesehatan dan pembangunan di sektor infrastruktur lainya.
Untuk itu, Gubernur Maluku harus usul ke Pempus agar efesiensi anggaran tidak berlaku di daerah ini.
“Ini harus diperjuangkan ke pusat. Pak Gubernur kan punya kedekatan dengan Pak Prabowo. Bisa (minta bebaskan efesiensi anggaran) secara baik-baik. Masalah kita kan rumit dan kompleks,” ungkapnya.
Wattimury menambahkan, Lewerissa-Vanath belum lama pimpin Maluku.
Untuk itu, ini kesempatan bagi mereka untuk menunjukkan kinerja dan realisasikan janji-janji kampanye.
“Jadi berikan kesempatan beliau-beliau ini menunjulan kinerja mereka. Jangan membolak balik situasi seolah-olah mereka tidak mampu lagi,” ingatnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Hendrik-lewerissa-gub2925.jpg)