Maluku Terkini
Jolanda Marjon Florist Latih Pemuda Sathean Maluku Rangkai Bunga Altar Berbahan Anyaman Janur
Pelatihan diawali dengan penyampaian materi yang diberikan langsung oleh Godeliva Blanda Malindir, pemilik Jolanda Marjon Florist and Decoration.
Penulis: Megarivera Renyaan | Editor: Salama Picalouhata
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Megarivera Renyaan
LANGGUR, TRIBUNAMBON.COM - Jolanda Marjon Florist and Decoration (JMFD) melatih pemuda Ohoi/Desa Sathean, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), merangkai bunga altar dengan bahan dasar anyaman janur.
Kegiatan yang dilaksanakan di Balai Ohoi Sathean, Sabtu (9/3/2025) itu, bertujuan untuk menyalurkan keterampilan kerajinan tangan kepada kaum muda Katolik setempat.
Pantauan TribunAmbon.com, pelatihan tersebut melibatkan puluhan pemuda dan kelompok kategorial Stasi Santo Servatius Sathean.
Pelatihan diawali dengan penyampaian materi yang diberikan langsung oleh Godeliva Blanda Malindir, pemilik Jolanda Marjon Florist and Decoration. Godeliva memaparkan materi terkait pemilihan bahan yang memanfaatkan bahan lokal.
Godeliva mengajarkan peserta mulai dari cara merangkai janur dengan menggunakan formasi tertentu hingga menghiasi altar.
Selain Godeliva, ada juga empat instruktur yang membantu dalam pelatihan tersebut. Pelatihan itu ternyata tidak hanya menggunakan janur, tetapi juga memanfaatkan tumbuhan liar.
Peserta terkesima ketika melihat hasil dekorasi nan cantik hanya dengan bahan alam dan bunga hidup di lingkungan sekitar. Pada akhirnya mereka meminta agar ada pelatihan serupa di kemudian hari.
"Kelompok ini eksis sudah lama, semoga dengan pelatihan yang diberikan hari ini, para pemuda dapat mengambil sisi positifnya dan mengembangkan diri agar lebih maju," ucap, Kepala Ohoi Sathean, Joseph Renyaan.
Menurutnya, kegiatan ini seiring dengan konsep Pemerintah Pusat terkait pengentasan kemiskinan untuk itu pemuda harus dipacu untuk lebih berkreasi.
"Saya berharap kegiatan ini terus berlanjut, jangan sampai disini saja, supaya ke depannya ada regenerasi pendekor profesional," cetusnya.
Sementara pemilik Jolanda Marjon Florist, Godeliva Blanda Malindir mengungkapkan tujuan dari kegiatan ini untuk menggugah kreativitas pemuda desa, menggunakan sumberdaya alam yang ada untuk berkreasi.
"Konsep yang saya usung sejak dahulu, yakni bagaimana bisa berkreasi dengan menggunakan tanaman liar dan bahan yang telah disediakan oleh alam, indah itu tidak harus mahal," ungkapnya.
Dijelaskannya, awalnya otodidak dalam menekuni usaha dekorasi, kemudian dipercaya untuk menangani beberapa acara gerejani namun tidak memungut biaya alias bekerja sambil melayani.
"Misalnya jika diminta untuk mendekor acara, saya hanya meminta difasilitasi bunga yang sesuai dengan konsep acara, namun tidak mematok biaya tertentu, saya hanya ingin melayani lewat bakat yang Tuhan berikan," terang, pegawai di Disdukcapil Malra ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Pelatihan-dekorasi-Malra-1.jpg)