Jumat, 10 April 2026

Pura Siwa Stana Giri Kota Ambon Rayakan Odalan dan Mlaspas

Pura Siwa Sthana Giri Kota Ambon merayakan hari jadinya yang ke-34 dengan menggelar upacara Odalan dan Mlaspas, Rabu (12/2/2025) lalu.

|
David Waemese
UPACARA ODALAN - Umat Hindu di Kota Ambon sementara mempersiapkan Upacara Odalan dan Mlaspas Candi Bentar di Pura Siwa Sthana Giri, Kota Ambon, Rabu (12/2/2025). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Pura Siwa Sthana Giri Kota Ambon, pura terbesar di Maluku, merayakan hari jadinya yang ke-34 dengan menggelar upacara Odalan dan Mlaspas yang bertepatan dengan Hari Raya Pagerwesi pada Rabu (12/2/2025) lalu.

Perayaan ini menjadi momen penting bagi umat Hindu di Kota Ambon dan sekitarnya.

Pura Siwa Sthana Giri, yang berdiri sejak 12 Februari 1991, setiap tahunnya merayakan Odalan sebagai ungkapan syukur dan suka cita atas keberadaan pura tersebut. 

Rangkaian upacara dimulai sehari sebelumnya, dengan upacara Melasti, yaitu penyucian sarana dan prasarana pura serta penyucian diri umat Hindu.

Sebelum Melasti, umat Hindu melakukan matur piuning Tirta, yaitu memohon air suci dari mata air pegunungan.

Baca juga: Umat Hindu Maluku Undang Pj Gubernur Sadali Le Hadiri Utsawa Dharma Gita di Solo

Baca juga: Minimnya Fasilitas Ibadah Umat Hindu di Pulau Buru Maluku, Ini Sikap KMHDI

Kemudian, pada hari pelaksanaan Odalan, dilakukan berbagai tahapan upacara yang dipimpin oleh Romo Jro Gede Sukardi Rianto.

Upacara Odalan dan Mlaspas tahun ini terasa istimewa karena bertepatan dengan Hari Raya Pagerwesi. 

Hari Raya ini dirayakan sebagai penghormatan kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa dalam manifestasinya sebagai Sanghyang Pramesti Guru, guru alam semesta.

Ketua PHDI Provinsi Maluku, Suyanto mengatakan bahwa perayaan ini memiliki makna yang sangat penting bagi umat Hindu di Kota Ambon dan Maluku secara umum.

“Pelaksanaan Odalan dan Mlaspas Pura Siwa Sthana Giri Kota Ambon yang bertepatan dengan Hari Suci Pagerwesi dan juga Odalan Pura Rumah Sakit Bakti Rahayu ini memiliki arti penting bagi umat Hindu. Ini sangat bermakna untuk kita semua yang ada di Kota Ambon secara khusus dan Maluku secara umum karena Pura Siwa Sthana Giri merupakan Pura Terbesar di Maluku,” ujarnya.

Suyanto menambahkan, Pura Siwa Sthana Giri bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan kerohanian dan tempat berbagi suka dan duka bagi umat Hindu.

“Odalan ini sebagai bentuk rasa syukur umat Hindu atas berdirinya Pura sebagai tempat umat Hindu melakukan persembahyangan kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa. Pura ini harus dijadikan sebagai tempat berkumpul, tempat berteduh, serta tempat untuk mencurahkan segala pikiran kita ke hadapan Ida Sang Hyang Widi Wasa,” ungkapnya.

Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat, antara lain Ketua PHDI Maluku, Ketua Sabhawalaka Maluku, Romo Putu Ivan, serta seluruh umat Hindu di Kota Ambon. Kehadiran mereka menambah semarak dan khidmatnya perayaan ini.

Rangkaian upacara berjalan dengan aman dan lancar, mulai dari kegiatan mecaruan hingga pelaksanaan Piodalan atau puncak acara Odalan. 

Perayaan Odalan dan Mlaspas Pura Siwa Sthana Giri Kota Ambon tahun ini tidak hanya menjadi perayaan spiritual, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat tali persaudaraan antar umat Hindu di Maluku.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved