Minggu, 19 April 2026

Kuliner Maluku

Recommended, Nasi Kuning Serundeng Mama Gaya di Pujasera Maplaz Masohi

Setelahnya, pukul 06.00 WIT mulai berjualan di Pujasera Mamplaz ditemani sang suami hingga pukul 13.00 WIT.

TribunAmbon.com/ Silmi Suailo
NASI KUNING MAMA GAYA - Menikmati lezatnya nasi kuning Mama Gaya di Pujasera Masohi Plaza (Maplaz), Rabu (12/2/2025). Dilengkapi dengan lauk dan sayur-mayur yang menambah cita rasa kelezatannya. 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo 

MASOHI, TRIBUNAMBON.COM - Bagi kebanyak orang di Maluku, sarapan pagi yang afdol harus mengenyangkan. 

Makanan berat tentu jadi pilihan, itu mengkonfirmasi lapak nasi kuning tak sulit ditemukan di seantero provinsi bumi berjuluk Raja-raja itu.

Menyoal Nasi kuning, olahan Mama Gaya cukup recommended tuk warga di seputaran Masohi, Ibu Kota Kabupaten Maluku Tengah.

Melapak di area Masohi Plaza (Maplaz), nasi kuning serundeng Mama Gaya selalu ramai pembeli.

Dilengkapi dengan serundeng kelapa, acar timun, mie goreng, sambal goreng dan ikan saos menjadikan menu yang dijual Mama Gaya memiliki daya tarik tersendiri. 

"Beta (saya) udah jualan disini dari awal pujasera Mamplaz ini buka, kurang lebih delapan tahun," kata Mama Rugaya kepada TribunAmbon.com, Rabu (12/2/2025). 

Baca juga: Basudara Benelli Ambon: Rindu yang Menyeruak hingga Dijamin Auto Ganteng

Baca juga: Keuangan Pemkab Maluku Tengah Sedang Tidak Baik-baik Saja, Pemangkasan Anggaran Capai Rp. 72 Milyar

Ia bangun pukul 03.00 WIT setiap hari untuk memasak dagangannya. Selepas Subuh ia sudah berangkat ke Pujasera.

Setelahnya, pukul 06.00 WIT mulai berjualan di Pujasera Mamplaz ditemani sang suami hingga pukul 13.00 WIT.

"Biasa jualan begini sampai jam 1 siang, kalau sudah mengaji dan Tarhim di masjid berarti sudah beres-beres," ungkapnya. 

Dalam sehari, Mama Gaya bisa memasak nasi kuning 13 sampai 15 kilo. Sementara ikan yang dibeli bisa mencapai Rp. 200 ribu sampai Rp 300 ribu.

"Kalau ikan nasi kuning harganya segitu, karena sekarang ikan lagi mahal to. Sementara beras Rp. 260 ribu per 24 kilo, kalau beras karung kuning Rp. 360 ribu per  24 kilo," jelas wanita 46 tahun itu. 

Sayangnya, pembeli sudah tidak seramai dulu, namun harga seporsi nasi kuning yang dibanderol Mama Gaya masih tetap sama.

Harga seporsi nasi kuning ikan Rp. 13 ribu, sementara nasi ikan telur Rp. 17 ribu

 "Kalau rame kadang habis, tapi kalau sepi kadang jua seng (tidak) habis," tutup ibu empat anak itu. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved