Khutbah Jumat 10 Januari 2025, Jangan Terjerumus dalam Kenikmatan Duniawi
Naskah khutbah Jumat untuk sholat Jumat, 10 Januari 2025 kali ini membahas tentang kenikmatan yang membinasakan.
TRIBUNAMBON.COM -- Simak naskah khutbah Jumat, 10 Januari 2025.
Naskah khutbah Jumat untuk sholat Jumat, 10 Januari 2025 kali ini membahas tentang kenikmatan yang membinasakan.
Khatib sholat Jumat dapat mengingatkan para jamaah untuk tidak terjerumus dalam kenikmatan duniawi.Sebab, istidraj dapat membuat kita binasa bila tidak selalu bersyukur kepada Allah SWT setiap kenikmatan yang Ia berikan kepada kita.
Istidraj adalah pemanjaan agar lebih terjerumus kepada kehinaan.
Berikut naskah khutbah Jumat, 10 Januari 2025 yang dikutip dari laman Kemenag:
Baca juga: Biaya Haji 2025 Turun, PPP Ingatkan Kualitas Pelayanan Jangan Ikut Turun
Baca juga: UPDATE! Jadwal Kapal Pelni SORONG - AMBON: Terjadwal 11, 13, 29 Januari 2025 Ini Tarifnya!
Khutbah I
الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ، وَبِفَضْلِهِ تَتَنَزَّلُ الْخَيْرَاتُ وَالْبَرَكَاتُ، وَبِتَوْفِيْقِهِ تَتَحَقَّقُ الْمَقَاصِدُ وَالْغَايَاتُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَانَبِيَّ بَعْدَهُ. اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ الْمُجَاهِدِيْنَ الطَّاهِرِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّمَا نُمْلِي لَهُمْ خَيْرٌ لِأَنْفُسِهِمْ إِنَّمَا نُمْلِي لَهُمْ لِيَزْدَادُوا إِثْمًا وَلَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullahSegala puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah swt, Tuhan yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Hari ini, kita berkumpul di majelis Jumat ini untuk bersama-sama beribadah dan merenungi nikmat serta anugerah yang telah dikaruniakan kepada kita.
Sejenak, mari kita hentikan kesibukan kita untuk mengingat bahwa setiap napas yang kita hirup, setiap langkah yang kita ambil, dan setiap rezeki yang kita nikmati adalah rahmat-Nya yang tak terhingga.
Mari kita ungkapkan dengan ucapan ‘Alhamdulillahirabbil alamin’.
Hal ini dilakukan dengan harapan agar kita tidak terjerumus dalam lembah istidraj.
Istidraj adalah pemanjaan agar lebih terjerumus kepada kehinaan, demikian penjelasan Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy dalam Tafsir Al-Qur’an Al-Majid Al-Nur.
Seseorang yang sedang diuji dengan istidraj akan mengira bahwa berbagai kenikmatan yang dimiliki adalah kemuliaan dari Allah, padahal Allah sedang menghinakan perlahan-lahan dan bahkan membinasakan.
Dia selalu berbuat maksiat dan tidak beribadah namun Allah berikan kemewahan dunia.
Allah memberikan harta yang berlimpah padahal dia tidak pernah bersedekah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Idul-adha-di-Masohi.jpg)