Rabu, 13 Mei 2026

Jalan Rusak di Ambon

Baru Seminggu Diperbaiki, Jalan Depan Lorong Latansa Kebun Cengkeh Ambon Rusak

Jalan di Kebun Cengkeh, tepatnya di depan lorong Latansa, Kelurahan Rijali, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon kembali rusak, Rabu (1/1/2025).

Tayang:
Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Tanita Pattiasina
Haliyudin Ulima
Kerusakan jalan di depan Lorong Latansa, Kebun Cengkeh, Kelurahan Rijali, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Rabu (1/1/2025). 

Laporan Wartawan Tribunambon.com, Haliyudin Ulima

AMBON, TRIBUNAMBON - Jalan di Kebun Cengkeh, tepatnya di depan lorong Latansa, Kelurahan Rijali, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon kembali rusak, Rabu (1/1/2025).

Padahal jalan tersebut baru diperbaiki pada pertengahan Desember 2024 kemarin.

Pantauan TribunAmbon.com di lokasi sekitar pukul 13.00 WIT, terdapat patahan aspal saat memasuki kewasan itu.

Ukuran tergolong parah, sebab mampu menelan satu roda kendaraan mobil, jika terjebak pada titik itu.

Baca juga: Jalan Rusak di Nusaniwe Ambon Urung Diperbaiki, Warga Murka dengan Pemerintah

Baca juga: Tahun Baru 2025, Jalan Sepanjang Amahusu hingga Latuhalat Masih Rusak, Total 521 Titik Lubang

Patahan itu tepat di atas gorong-gorong yang ditutup aspal.

Abi, warga sekitar mengaku, kerusakan tersebut akibat keluar masuk kendaraan dengan muatan berat.

"Kerusakan itu karena oto truk, muatannya terlalu banyak makanya ambruk," ujarnya saat diwawancarai Teibunambon.com, Rabu (1/1/2025).

Dirinya mengaku, proses pengerjaan jalan itu terbilang ambur adul sebab tak mampu menahan beban kendaraan yang melintas.

"Kerja sembarang saja, mungkin karena di lorong jadi kerja asal jadi," katanya.

Hal serupa juga di sampaikan Yusran salah satu tukan ojek di area itu, dirinya menduga, sistem pekerjaan tidak maksimal.

Kerusakan jalan di depan Lorong Latansa, Kebun Cengkeh, Kelurahan Rijali, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Rabu (1/1/2025).
Kerusakan jalan di depan Lorong Latansa, Kebun Cengkeh, Kelurahan Rijali, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Rabu (1/1/2025). (Haliyudin Ulima)

Pasalnya, pada bagian gorong-gorong hanya di lapisi menggunakan besi beton 6 mm dan ditutup mengunakan aspal.

"Kerja seng (tidak) betul, itu karena besi yang dipakai tidak mampu menahan beban makanya ambruk," jelasnya.

Menurutnya dirinya, seiring bertambahnya aktifitas kendaraan di area itu, kondisi jalan bakal semakin parah.

"Ini seng (tidak) lama lagi rusak, karena gampang ambruk," tuturnya.

Kata dia, proses pengerjaan semacam itu harus dilakukan dengan maksimal, untuk memastikan keselamatan pengendara.

"Kalau kerja itu yang betul, agar supaya semua orang juga bisa nikmati, kalau begini besok lagi sudah hancur," tutupnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved