Minggu, 12 April 2026

Info Daerah

Usia Sekolah Rentan Terkena Rawan Gizi, Huwae Minta Perhatian Khusus Pemda 

Usia sekolah merupakan salah satu kelompok rawan gizi yang perlu mendapat perhatian khusus, karena dampak jangka panjang yang ditimbulkan apabila meng

Penulis: Megarivera Renyaan | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Megarivera Renyaan
Pj Ketua TP-PKK Malra Keterina Huwae saat memberikan makanan bergizi bagi siswa-siswi sekolah, Jumat (13/12/2024) 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Megarivera Renyaan

LANGGUR, TRIBUNAMBON.COM - Pembangunan sumber daya manusia berkualitas, merupakan amanat prioritas pembangunan nasional. Status gizi yang baik merupakan salah satu faktor penentu untuk keberhasilan pembangunan sumber daya manusia. 

Usia sekolah merupakan salah satu kelompok rawan gizi yang perlu mendapat perhatian khusus, karena dampak jangka panjang yang ditimbulkan apabila mengalmi kekurangan gizi.

Demikian dikemukakan Pj Ketua TP PKK Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Keterina Huwae, Jumat (13/12/2024).

Menurutnya, anak usia sekolah merupakan periode pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat dan rawan terhadap kekurangan gizi.

"Kekurangan asupan makanan bergizi dan atau seringnya terinfeksi penyakit menjadi salah satu penyebab langsung terjadinya masalah gizi," ucapnya.

Dikatakan, pola asuh yang kurang tepat, kurangnya pengetahuan, sulitnya akses ke pelayanan

kesehatan, kondisi sosial ekonomi juga berpengaruh secara tidak langsung terhadap akses makanan bergizi dan layanan kesehatan.

Baca juga: Tindak Lanjut Program Makan Siang Gratis, DPRD Ambon Kunker ke Bekasi

Baca juga: Jadwal KM SIRIMAU 14 Desember 2024 - 11 Januari 2025: Rute Sorong, Ambon, Bau Bau, Lewoleba, Kupang

"Dampak jangka pendek stunting yaitu dapat menyebabkan gangguan perkembangan otak, metabolisme tubuh, dan pertumbuhan fisik," ujarnya.

Sedangkan dampak Panjang stunting yaitu dapat menyebabkan postur tubuh yang tidak optimal saat dewasa, meningkatnya resiko obesitas dan penyakit lainnya seperti diabetes, penyakit jantung, stroke dan kanker.

"Kesehatan remaja merupakan hal yang sangat penting diperhatikan, karna pada masa ini remaja mengalami perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang signifikan," ungkapnya.

Sangat perlu bagi remaja untuk mendapatkan pendidikan parenting juga pemahaman kesehatan serta

Gerakan Aksi Bergizi merupakan kegiatan yang dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran siswi dalam membiasakan konsumsi Tablet Tambah darah (TTD), makan makanan dengan menu gizi seimbang dan aktifitas fisik. pemahaman akan pentingnya penerapan makan dengan pola gizi seimbang.

"Untuk itu sebagai Tim Penggerak PKK kami mengajak, Pemerintahan Daerah, masyarakat, para orangtua dan guru untuk lebih memperhatikan status gizi remaja dengan meningkatkan kewaspadaan serta melakukan pencegahan dengan memenuhi asupan gizi dan nu trisi pada anak," pungkasnya. (*) 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved