Ambon Hari Ini
Tegur Anak SMP Merokok, Pemuda Passo Malah Dikeroyok Hingga Masuk Rumah Sakit
Salah seorang pemuda Negeri Passo, Kecamatan Baguala Kota Ambon, Benjamin Tuwatanassy (21) kini terbaring lemah di Rumah Sakit.
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Salama Picalouhata
"Karena ada hubungan gandong, saya bilang masalah ini diselesaikan secara baik baik saja. Lalu kami buat kesepakatan bersama untuk masalah ini tidak berlanjut. Mereka wajib tanggung biaya pengobatan sampai anak saya sembuh," kata ibu kandung korban, Dina Palijama.
Lanjutnya, keluarga pelaku melanggar kesepakatan itu, bahkan tidak menjenguk korban di Rumah Sakit.
"Setelah didesak oleh sekeluarga dan dipanggil polisi sebanyak 2 kali juga mereka tidak datang. Nanti setelah dijemput polisi barulah mereka datang jenguk tapi mereka juga tidak mau tanggung biaya pengobatan," keluhnya.
Dikatakan, pelaku menolak mengganti rugi seluruh biaya pengobatan.
"Keluarga pelaku cuma mau tangung 50 persen dan itu melanggar kesepakatan awal. Makanya hari ini kami datang ke Mapolsek untuk lanjut proses hukum," bebernya.
Kasus itu pun telah dilaporkan dengan Laporan Polisi nomor: LP/B/127/XI/2024/SPKT/Polsek Baguala tertanggal 6 November 2024 dengan terlapor Rein Thenu.
Kasi Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Ipda Janet Luhukay mengungkapkan sebelumnya sudah ada kesepakatan damai.
Tetapi karena ada poin yang tidak dipenuhi pelaku dan korban merasa keberatan sehingga mereka melanjutkan proses hukum.
Ditegaskan kepolisian akan memproses tuntas kasus tersebut tanpa memandang bulu.
Namun, kepolisian belum bisa mengambil keterangan korban lantaran masih menjalani perawatan di Rumah Sakit.
"Saat ini korban belum bisa kita minta keterangan karena masih dirumah sakit, nanti setelah pemeriksaan korban dan saksi serta adanya dua alat bukti baru kita lakukan penahanan pelaku," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Korban-pengeroyokan-BT.jpg)