Perangkat Desa Terlantar
Perangkat Desa di Maluku Geram Atas Bantahan Panitia Pelatihan: Itu Murni Kami Diterlantarkan
Peserta pelatihan peningkatan kapasitas oleh Ditjen Bina Pemerintahan Desa, Kemendagri geram atas bantahan panitia bahwa tidak menelantarkan peserta.
Penulis: Mesya Marasabessy | Editor: Tanita Pattiasina
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Ketua BPD Tounwawan, Kecamatan Moa, Kabupaten Maluku Barat Daya, Uria Meikudy yang menjadi salah satu peserta pelatihan peningkatan kapasitas oleh Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa, Kementerian Dalam Negeri geram atas bantahan panitia bahwa tidak menelantarkan peserta kegiatan.
Menurutnya, pernyataan itu tidak sesuai dengan fakta yang terjadi saat itu.
Pasalnya, ratusan peserta ini dibiarkan terlantar berjam-jam di salah satu hotel yang merupakan lokasi kegiatan.
Bahkan tak ada satu pun panitia yang menghadap ke para peserta untuk menjelaskan progres pergantian biaya transportasi seperti apa.
“Bagaimana mereka bilang mereka tidak menelantarkan kami, sedangkan batas ceckout di hotel itu kan jam 12 siang, lalu selesai kegiatan juga panita tidak memberikan kejelasan ke kita. Mereka hanya bilang mereka masih sibuk pindah-pindah hotel,” kata Meikudy kepada TribunAmbon.com melalui sambungan telepon, Minggu (22/9/2024).
Baca juga: Bohong! Kemendagri Ternyata Belum Lunasi Biaya Pergantian Transport Peserta Perangkat Desa di Maluku
Baca juga: PT. Angan Kreasi Semesta Bantah Terlantarkan Ratusan Perangkat Desa Maluku Usai Pelatihan
Setelah diterlantarkan berjam-jam, panitia penyelenggara kemudian membayar pergantian uang transport.
Namun tidak cukup karena tidak sesuai dengan total nominal pengeluaran yang dilakukan.
“Kami juga dipaksa untuk tanda tangan surat pergantian transport Rp3 juta tapi kami tidak mau karena perjanjian awal semua pengeluaran dirincikan dulu baru pergantian sesuai dengan nominal pengeluaran. Jadi kalau hanya Rp3 juta itu tidak cukup, makanya bagaimana mungkin saya mau tanda tangan sesuatu yang tidak dikembalikan,” tandasnya.
Meikudy menegaskan, ini bukan lagi miskomunikasi antara panitia dan peserta, namun ini adalah kesalahan yang dilakukan.
Diberitakan, Event Organizer (EO) PT. Angan Kreasi Semesta selaku pihak ketiga yang mengelola kegiatan pelatihan peningkatan peningkatan kapasitas aparatur pemerintah desa dan pengurus kelembangaan desa di Kota Ambon membantah bahwa telah menelantarkan peserta kegiatan.
Menurut Project Manager, Irfan Rahmansyah, semua peserta yang hadir difasilitasi penuh mulai dari perjalanan ke tempat kegiatan hingga lokasi menginap yang nyaman.
“Nggak ada yang ditelantarkan lah pasti kita kita sediakan semuanya, kita kita fasilitasi semuanya,” kata Rahmansyah kepada wartawan, Jumat (20/9/2024) malam.
Dijelaskan, saat itu para peserta hanya sedang menunggu giliran untuk menerima pergantian biaya transport.
Mengingat, ada ratusan peserta yang ikut sehingga EO bersangkutan merasa waktu yang mepet karena kegiatan selesai bersamaan dengan waktu check out hotel.
Rahmansyah memastikan hal itu terjadi hanya karena adanya mis komunikasi antara penyelenggara dengan peserta kegiatan.
“Emang ini miskom aja sebenarnya, salah paham dan mungkin kalau saya lihatnya itu ungkapan kekecewaan sebenarnya. Kita juga memahami itu ya keluhan dari teman-teman peserta itu. Memang ada sedikit delay dan informasinya ditelantarkan,” ujar Rahmansyah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Perangkat-123.jpg)