Rabu, 22 April 2026

Aktivis Diintimidasi

Preman Diduga Suruhan Suryadi Sabirin Cekik Leher Aktivis Permahi Ambon  

Parahnya, salah seorang perempuan yang ikut menyuarakan kasus pelecehan Seksual itu mengalami tindakan tak menyenangkan.

|
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com
Ilustrasi kekerasan 

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Orang tak dikenal (OTK) menyerang sejumlah aktivis saat berunjukrasa di depan kantor Gubernur Maluku, Jumat (13/9/2024).

Salah satu korban bahkan sempat dicekik sembari didorong hingga nyaris terjatuh.

Parahnya, salah seorang perempuan yang ikut menyuarakan kasus pelecehan Seksual itu mengalami tindakan tak menyenangkan.

Ialah ZN, dia mengaku bagian payudaranya dipegang oleh OTK itu.

"Saya sendiri perempuan yang turut menyuarakan hal tersebut tapi saya juga merasa dirugikan karena dari seorang oknum yang melakukan tindakan anarkis itu sengaja memegang bagian payudara saya dan saya sangat merasa dirugikan dan dilecehkan," ungkap ZN kepada TribunAmbon.com, Jumat.

Aktivis Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (Permahi) Ambon itu pun tak terima dan memastikan bakal melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib.

Sementara itu, Ketua Permahi Ambon, Rizky Gunawan menjelaskan, tindakan kekerasan yang dialami sejumlah rekannya juga sempat terekam.

Disebutkan, pelaku adalah orang yang sama sempat menemui dirinya untuk meminta aksi demonstrasi tidak disangkutpautkan dengan Plh. Sekda Maluku.

"Pelaku itu semalam datang, Dia minta jangan bawa nama Plh. Sekda dalam aksi," ujarnya.

Baca juga: Selain Salmin, Permahi Juga Minta Suryadi Sabirin Dipecat Karena Dugaan Kasus Pelecehan Seksual

Baca juga: Mati Mesin di Perairan Kepulauan Aru, Tim SAR Berhasil Selamatkan 6 Penumpang Longboat

Dikonfirmasi, Plh. Sekda Maluku, Suryadi Sabirin membantah tudingan tersebut, dirinya mengaku tak tahu menahu soal aksi tersebut, apalagi terkait aksi preman seperti yang disebutkan pendemo.

"Oh tidak, kalau itu saya tidak tahu, demo saja saya tidak tahu. Bisa saja spontanitas dari keluarga. Saya tidak pernah menyuruh-nyuruh orang," katanya.

Diberitakan sebelumnya, aktivis Permahi Ambon menggelar aksi demo di depan gerbang Kantor Gubernur Maluku, Jumat (13/9/2024).

Dalam aksi itu mereka meminta agar Penjabat Gubernur Maluku, Sadali IE mencopot serta memecat Sekretaris Dinas Pariwisata, Salmin Saleh dan juga Plh. Sekretaris Daerah (Sekda) Maluku, Suryadi Sabirin.

Koordinator aksi, Nadif Pattimura menjelaskan, Salmin Saleh diduga mencabuli anak di bawah umur. Korbannya ialah AK, siswa magang di Kantor Dinas Pariwisata Provinsi Maluku.

Sementara Suryadi sempat tersangkut kasus dugaan pelecehan seksual dengan korban berinisial JL yang adalah bawahannya saat menjabat Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku.

Tindakan pelecehan seksual itu tidak bergulir di ranah hukum.

Menurutnya, kasus memalukan Suryadi Sabirin sangat jelas telah mencoreng wajah birokrasi pemerintahan Provinsi Maluku, untuk itu harus harusnya diberikan sanksi pemecatan dari ASN. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved