Selasa, 28 April 2026

Update Harga Pasar

Panen Melimpah, Harga Tomat di Maluku Tenggara Anjlok Rp. 5 Ribu Per Kilo

Petani lokal di Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) meradang, pasalnya imbas dari melimpahnya produksi tomat, harga komoditas tersebut anjlok.

Megarivera
Petani lokal di Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) meradang, pasalnya imbas dari melimpahnya produksi tomat, harga komoditas tersebut anjlok. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Megarivera Renyaan

LANGGUR, TRIBUNAMBON.COM - Petani lokal di Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) meradang, pasalnya imbas dari melimpahnya produksi tomat, harga komoditas tersebut anjlok.

Kini tomat jenis apel dibandrol Rp. 5 ribu per kilo, sebelumnya dijual Rp. 15 ribu per kilo.

Pantauan TribunAmbon.com, Senin (2/9/2024) di Pasar Langgur, rerata harga tomat dijual dengan  harga yang sama.

Seorang pedagang, Debi mengungkapkan, penurunan harga tomat ini telah berlangsung selama hampir satu bulan.

Ia mengatakan para petani pun mengeluhkan harga tomat yang sangat murah ditengah masa panen ini.

"Selama bulan Agustus kemarin petani mengeluh karena harga benar-benar anjlok, padahal sementara panen banyak," ungkapnya.

Baca juga: Update Harga Bumbu Dapur di Ambon, Tomat Turun Drastis, Hanya Rp. 4 Ribu Per Kilogram

Selain tomat, harga cabai di Malra juga mengalami penurunan. Cabai rawit dijual seharga Rp. 100 ribu turun dari harga sebelumnya Rp. 130 ribu per kilo.

"Sementara bawah merah dijual Rp. 40 ribu per kilo, bawang putih Rp. 50 ribu," ujarnya.

Debi dan pedagang lainnya berharap agar harga tomat bisa kembali normal, agar petani tidak rugi di masa panen.

"Kami minta skema penjualan dari Pemda lah, kalau bisa disediakan pasar bagi produksi petani lokal, percuma produksi melimpah harga di bawah standar," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved