PKB Ingatkan Presiden Jokowi Masih Ada Waktu Penuhi Janji ke Rakyat
Wakil Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa Jazilul Fawaid mengingatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih ada waktu penuhi janji kepada rakyat.
TRIBUNAMBON.COM -- Wakil Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid mengingatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih ada waktu penuhi janji kepada rakyat.
Hal tersebut Ia sampaikan sekaligus menanggapi soal permintaan maaf Jokowi saat acara zikir dan doa bersama menyambut HUT ke-79 RI di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Senin (1/8/2024).
Jazilul mengatakan masih ada waktu bagi Jokowi sampai Oktober untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan.
Mengingat masa jabatan Presiden Jokowi baru berakhir pada Oktober 2024 mendatang.
"Banyak hal yang harus diperbaiki, termasuk janji pertumbuhan ekonomi juga belum terpenuhi, termasuk janji "menegakan demokrasi" juga masih tanda kutip," kata dia di Kompleks Parlemen, Jumat (2/8/2024).
"Saya pikir masyarakat tahu fakta ini pertumbuhan ekonomi dan pengangguran masih ada masih cukup banyak juga yang kena PHK, nah itu janji pertumbuhan 7 persen tidak tercapai," imbuhnya.
Baca juga: Sebanyak 6 Ribu Rekening Bank Terafiliasi Judi Online Diblokir OJK
Baca juga: Gerakan Pasar Murah Jayapura, Pertamina Patra Niaga Gelar Promo Beli Bright Gas Gratis Kompor Gas
Lebih lanjut, Jazilul menilai masayarakat Indonesia secara pribadi tentu akan memaafkan Jokowi.
Namun sebagai presiden, Jokowi mesti berupaya menuntaskan janji-janji politiknya dan menyelesaikan pekerjaannya yang belum tuntas.
"Sebagai pribadi Pak Presiden akan dimaklumi, tapi sebagai presiden masyarakat Indonesia mencatat mana yang belum selesai mana yang sudah selesai, mana yang tidak sesuai dengan janjinya, mana yang sudah sesuai," ucap Wakil Ketua MPR RI itu.
Menurutnya sangat wajar usai Jokowi menyampaikan permintaan maafnya di hadapan publik, lalu kemudian mengundang reaksi rakyat untuk memberikan saran dan kritik kepadanya.
"Saya pikir wajar presiden mendapat masukan saran dan kritik. Karena apa, karena posisi presiden itu posisi yang diberikan oleh masyarakat," tandasnya.
Diberitakan, permintaan maaf Jokowi disampaikan saat menghadiri acara zikir dan doa bersama menyambut HUT ke-79 RI di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Senin (1/8/2024).
Jokowi hadir bersama Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan sejumlah anggota Kabinet Indonesia Maju (KIM).
Dalam sambutannya, Jokowi menyampaikan permohonan maaf atas segala kesalahan selama menjadi presiden.
"Dalam kesempatan yang baik ini, di hari pertama bulan kemerdekaan, bulan Agustus, dengan segenap kesungguhan dan kerendahan hati, izinkanlah saya dan Profesor K.H. Ma'ruf Amin ingin memohon maaf yang sedalam-dalamnya atas segala salah dan khilaf selama ini, khususnya selama kami berdua menjalankan amanah sebagai Presiden Republik Indonesia dan sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia," kata Jokowi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Waketum-DPP-PKB.jpg)