Maluku Legend
Sekilas Nasi Pulut Bambu Legend dari Negeri Tial, Mama Cum: Cukup Sampe di Beta
Penggunakan kayu sebagai bahan bakar hingga bumbu pelengkap menjadikan rasa nasi pulut bambu dari negeri Tial begitu khas.
Penulis: Maula Pelu | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Selain Pantai Pasir Panjang, Negeri Tial juga dikenal dengan nasi pulut bambunya.
Berbahan dasar beras ketan, kudapan ini unik karena dimasak menggunakan media bambu.
Penggunakan kayu sebagai bahan bakar hingga bumbu pelengkap menjadikan rasa nasi pulut bambu dari negeri Tial begitu khas.
Dari banyak pembuat dan penjual nasi pulut bambu, Cum Nahumarury adalah salah satu legend soal olahan yang satu ini.
Tahun ini genap 40 tahun sudah perempuan yang akrab disapa Mama Cum itu menjajakan Nasi Pulut Bambu.
Dijumpai di rumahnya, Mama Cum (65) menceritakan singkat kudapan yang ikut menopang ekonomi keluarga itu.
Awalnya, Mama Cum hanya membantu mertuanya membakar nasi pulut bambu.
Baca juga: Nasi Pulut Siram Legend di Tulehu: 25 Tahun Manjakan Lidah Pelanggan
Namun, setelah pisah rumah dari Mertua, Mama Cum dan suami memutuskan untuk membuka usaha sendiri.
Pengetahuan dari mertua membuatnya cukup percaya diri, terlebih tuntutan hidup tak bisa ditawar.
“Lalu katong perpisahan dengan mama mantu, dan membuat rumah baru. Lalu ibu dan bapa bersepakat membangun usaha pulut bambu,” Mama Cum kepada TribunAmbon.Com, Minggu (23/6/2024).
Pada 1980-an, penuh semangat, Mama Cum mulai berjualan nasi pulut bambu sejak anak pertamanya berusia satu tahun.
Baca juga: Es Teler 99 Jadi Legend di Pasar Namlea, Edo: Hanya Bermodal Rp 150 Ribu
Awalnya ia berjualan di Negeri Tial. Kemudian hingga ke Kota Ambon pada tahun 2000an.
"Dulu saya sering berjualan di pelabuhan dan berkeliling ke air salobar. Sekarang, saya tetap berjualan di pasar Mardika, siang sedikit, kemudian berkeliling ke air salobar dan rumah sakit tentara," ungkap ibu 5 anak itu.
Dari jerih payahnya itu, Mama Cum berhasil menyekolahkan anak-anaknya hingga di bangku kuliah.
"Semua anak-anak saya sekolah dari uang hasil berjualan nasi pulut bambu," tambahnya dengan bangga.
Mama Cum punya tekad sendiri, nasi pulut bambu ini harus berakhir ditangannya.
“Berjualan begini lelah. Jadi Cukup Sampe di beta. Mungkin dong sedikit kerja lebih ringan lagi,” harapannya.
“Alhamdulillah, beta punya anak nomor dua sudah kerja dengan kapal. Sedangkan yang bongso sudah kerja di bank Jakarta,” tutupnya.
Diketahui, nasi pulut bambu yang dijual Mama Cum harganya sangat bervariasi, tergantung ukurannya.
Ukuran besar Rp. 80 per ruas bambu.
Ukuran sedang Rp 70 ribu per ruas bambu.
Ukuran kecil Rp 60 ribu per ruas bambu.
Kalau untuk pembelian per potong, Rp 2.000 rupiah sedangkan untuk ukuran kecil, Rp 5 ribu dapat tiga potong.
Bagi para Tribunners yang mau membelinya di kota Ambon, bisa ditemui beliau pada pagi hari di pasar Mardika Kota Ambon.
Siangnya mengililingi daerah air salobar dan berakhir di rumah sakit tentara.
Beliau juga berjualan di Pelabuhan Yos Sudarso jika kapal masuk ke pelabuhan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/nasi-pulut-bambu.jpg)