Sabtu, 9 Mei 2026

Ambon Hari Ini

Dinas Kesehatan Ambon Gelar Workshop Manajemen Stres

Sejumlah pembicara yang dihadirkan ialah Kepala Bidang P2P Dinkes Kota Ambon, R. J. Talle, Akademisi Poltekkes Maluku, Fransina Tubalawony dan Emma Kh

Tayang:
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Jenderal Louis
Dinas Kesehatan Kota Ambon gelar Workshop Manajemen Stres di ruang pertemuan Hotel Elisabeth, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Jumat (14/6/2024). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon melalui Dinas Kesehatan menggelar Workshop Manajemen Stres.

Kegiatan yang berlangsung di ruang pertemuan Hotel Elisabeth, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon itu ditujukan kepada Pengelola Program Kesehatan Jiwa dan Petugas Promosi Kesehatan.

Sejumlah pembicara yang dihadirkan ialah Kepala Bidang P2P Dinkes Kota Ambon, R. J. Talle, Akademisi Poltekkes Maluku, Fransina Tubalawony dan Emma Kh. Hentihu dari Dinkes Provinsi Maluku.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, Drg. Wendi Pelupessy mengungkapkan bahwa, pelaksanaan kegiatan ini merupakan implementasi dari hasil Rakerkesnas 2024 serta arahan Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin agar kesehatan mental masuk dalam program prioritas.

"Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini berkaitan dengan kesehatan mental, karena Kementerian Kesehatan kemarin hasil Raker Kesnas, Pak Menteri menginginkan kesehatan mental ini masuk ke dalam program prioritas," ungkapnya saat diwawancarai TribunAmbon.com, Jumat (14/6/2024).

Menurutnya, saat ini makin banyak orang yang mengalami stres akibat masalah ekonomi dan sebagainya. Hal yang sama pula terjadi di kalangan remaja.

Ia mengatakan, kebanyakan orang tidak menyadari saat mereka mengalami stres.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, Drg. Wendi Pelupessy, Jumat (14/6/2024).
Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, Drg. Wendi Pelupessy, Jumat (14/6/2024). (TribunAmbon.com/ Jenderal Louis)

Baca juga: Perkuat Ekonomi Nasional, Perjalanan Shopee Bantu Transformasi UMKM Berdaya Saing di Awal Tahun 2024

Baca juga: Pemkab Maluku Tengah Sediakan Sembako Murah Jelang Idul Adha di Masohi, Cukup Bawa Kartu Keluarga

Padahal, kecemasan berlebihan serta kebingungan adalah satu satu gejala awal seseorang mengalami stres.

"Sehingga kenapa kemarin itu dengan remaja di sekolah-sekolah dan hari ini dengan petugas pemegang program, sehingga petugas sendiri bisa mengetahui yang dimaksud dengan stres dan sebagainya dan bisa mengelola baik untuk diri sendiri dan bisa disampaikan juga kepada masyarakat," tuturnya.

Lanjutnya, stres berakibat seseorang mengalami penyakit berupa hipertensi dan gula darah yang tinggi.

"Karena sebenarnya pengelolaan stres ini tanpa kita sadari, kecemasan berlebihan, bisa menyebabkan hipertensi, bisa menyebabkan gula darah yang tinggi. Kadang-kadang orang bilang dirinya tidak stres, tetapi setelah diteliti kecemasan dan ketakutan yang berlebihan bagian juga daripada kesehatan mental," imbuhnya.

Pelupessy mengakui, belakangan ini banyak pemberitaan terkait kasus bunuh diri di Ambon, yang mana mayoritas korbannya ialah anak muda.

"Kita lihat akhir-akhir ini beberapa media, kasus bunuh diri di Ambon bunuh diri pada orang-orang muda yang masih berpotensi kemudian dengan tingkat aktivitas yang tinggi kenapa kok mereka bisa bunuh diri seperti itu," paparnya.

"Karena itu tertutup, introvert, tidak ada jalan keluar, tidak bisa konsultasi dengan psikiater. Kadang-kadang ketika berkonsultasi dengan psikiater orang pikir orang itu sudah sakit jiwa. Padahal berbeda antara penanganan kesehatan mental dan orang yang sakit jiwa," tambahnya.

Sumber: Tribun Ambon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved