Info Daerah
Ini Cara Pemkab Maluku Tenggara Optimalkan Percepatan Penurunan Angka Stunting di Tingkat Ohoi
Sebagai isu Nasional, yang menjadi kewajiban bagi setiap daerah untuk melakukan langkah antisipatif, Malra merupakan salah satu yang menjadi percontoh
Penulis: Megarivera Renyaan | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Megarivera Renyaan
LANGGUR, TRIBUNAMBON.COM - Guna menekan laju angka stunting di Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Pemda melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) berinovasi menggagas rumah singgah stunting di beberapa ohoi (desa).
Sebagai isu Nasional, yang menjadi kewajiban bagi setiap daerah untuk melakukan langkah antisipatif, Malra merupakan salah satu yang menjadi percontohan di wilayah Indonesia Timur, melalui rumah singgah Hanarun.
Diketahui, prevalensi stunting di Kabupaten Malra pada tahun 2023 berada di angka 16,05 persen dan target nasional tahun 2024 ini bisa ditekan ke 14 persen.
Untuk itu, lokus penanganan harus dari ohoi yang berada di 11 kecamatan lingkup wilayah Malra.
"Sesuai perpres 72 camat merupakan ketua tim percepatan penurunan stunting di tingkat kecamatan, sedangkan kepala ohoi merupakan ketua tim di tingkat desa," ucapnya, Plt Kadis Kesehatan Muchsin Rahayaan, Sabtu (8/6/2024).
Baca juga: BPJN Maluku Kerahkan Alat Berat tuk Bersihkan Longsor di Tehoru, Toce Louwol: Menuju Lokasi
Baca juga: Longsor Tutupi Badan Jalan di Kecamatan Tehoru, Akses Menuju Telutih Maluku Tengah Terputus
Menurutnya, anggaran percepatan penurunan stunting tidak ada pada ohoi, tapi ada pada dana desa melalui dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK).
"Kami telah menggagas rumah stunting mudah-mudahan dapat berkolaborasi antara Dinkes dan Pemerintah desa, untuk percepatan penurunan stunting," pungkasnya.
Untuk diketahui, Beberapa waktu lalu Pemkab Malra juga diganjar apresiasi dari Kepala BKKBN RI Hasto Wardoyo, untuk rumah singgah hanarun yang berada di ohoi Debut, Kecamatan Manyeuw. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.