Rabu, 29 April 2026

Ambon Hari Ini

Tragis! Bocah 13 Tahun Terhanyut Arus Sungai, Ditemukan Tewas di Tepi Pantai Galala Ambon

Kasi Humas Polresta Ambon, Ipda Jane Luhukay, menyampaikan bahwa korban, yang masih duduk di kelas 6 sekolah dasar, bersama saksi Ahmad Zaki Syauta (1

Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbon.com / Jenderal Louis
Polisi evakuasi jenazah korban hanyut saat ditemukan di Pantai Galala, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Rabu (5/6/2024) Sore. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Insiden memilukan terjadi menimpa seorang bocah berusia 13 tahun, Abdul Karim Sangaji, yang hanyut terbawa arus sungai saat bermain bersama dua temannya di kawasan Kahena, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Rabu (5/6/2024).

Kasi Humas Polresta Ambon, Ipda Jane Luhukay, menyampaikan bahwa korban, yang masih duduk di kelas 6 sekolah dasar, bersama saksi Ahmad Zaki Syauta (12) dan Ali Marhuf Lulang, pergi mandi di kolam Orkai yang tak jauh dari rumah korban.

Sebelum itu ketika diminta ijin, keluarga korban sempat melarang korban untuk tidak pergi main di sungai dikarenakan hujan deras yang berdampak terhadap kekuatan aliran sungai yang deras.

Namun korban katakan, bahwa ia dan teman-temannya hanya melakukan pengecekan ke aliran sungai.

“Jadi setelah itu, saksi bersama dengan korban dan temannya langsung ke kolam orkai. Sesampainya di sana, mereka langsung mandi,” jelasnya.

Lanjutnya, selepas mandi di kolam korban dan dua temannya hendak pulang.

Namun, arus sungai mulai kuat sehingga mereka mengikuti bibir sungai untuk pulang.

Naasnya, korban terjatuh dan terseret arus deras.

Baca juga: Bocah SD Tewas Hanyut Terseret Sungai, Pemkot Ambon Beri Santunan ke Keluarga Korban

"Ketika arus yang kuat, korban bersama dua temannya, mencoba menyebrangi sungai dengan berpegangan tangan setelah melihat batu besar di tengah sungai. Namun, saat korban berusaha mencapai batu tersebut, kakinya terbawa arus, dan dia berusaha naik ke ranting pohon yang melintang. Sayangnya, ranting tersebut patah, dan korban jatuh ke sungai, terbawa arus deras," jelas Ipda Luhukay.

Pasca kejadian itu, keluarga dan masyarakat setempat melakukan pencarian terhadap korban.

Kemudian saksi bersama dengan temannya pergi ke rumah korban dan memberitahukan kepada ibu korban terkait kejadian tersebut.

Jenazah korban berhasil ditemukan sekitar pukul 17.30 WIT di tepi pantai Galala, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.

“Akhirnya setelah dilakukan pencarian dari pukul 13.00 hingga 17.20 WIT, korban berhasil ditemukan seorang mahasiswa di pesisir JMP,” katanya.

Dijelaskan setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Bayangkara, tetapi dinyatakan meninggal dunia.

“Jenazah korban kemudian dibawa ke kampung halamannya di Rohomoni, Kepulauan Haruku, Maluku Tengah, untuk dimakamkan,” tutupnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved