Kamis, 30 April 2026

Haji 2024

Pj Bupati Malra Lepas 82 Jemaah Calon Haji, Harapkan Perluas Ukhuwah Islamiah selama Perjalanan

Menurutnya, bertandang ke negara asing yang jauh dari keluarga, ukhuwah islamiah yang terjalin di antara jemaah hendaknya dimaknai dengan baik.

Tayang:
Penulis: Megarivera Renyaan | Editor: Adjeng Hatalea
Istimewa
HAJI 2024: Pj Bupati Malra saat mengalungkan syal kepada Jamaah calon Haji, Selasa (28/5/2024) 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Megarivera Renyaan

LANGGUR, TRIBUNAMBON.COM - Pj Bupati Maluku Tenggara (Malra) Jasmono melepas keberangkatan 82 jemaah Haji 1445 Hijriah/2024 Masehi yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) pertama.

Jasmono berharap, dalam perjalanan, para jemaah bisa memperluas tali persaudaraah atau ukhuwah islamiah.

"Saya berharap calon Haji dapat memperluas ukhuwah Islamiyah, dengan sesama jamaah, sebagai bentuk iman kepada Allah SWT yang hendaknya diwujudkan dengan senantiasa menjalin tali persaudaraan," ungkapnya, selasa (29/5/2024).

Menurutnya, bertandang ke negara asing yang jauh dari keluarga, ukhuwah islamiah yang terjalin di antara jemaah hendaknya dimaknai dengan baik.

"Sesama jamaah dalam rombongan adalah keluarga senasib dan sepenanggungan, sehingga hendaknya harus disadari untuk tidak memprioritaskan individualitas tetapi harus mengedepankan kepentingan bersama," cetusnya.

Baca juga: Pemkot Ambon Gelontorkan Rp 322 Juta tuk Uang Saku Jemaah Calon Haji

Untuk itu, harus disiplin dalam mengatur waktu, terutama yang berkaitan dengan arahan dari pembimbing dan petugas haji yang ditunjuk, sehingga seluruh rangkaian ibadah haji dapat terlaksana dengan baik.

Dia juga menekankan, jemaah budayakan tepat waktu di manapun berada.

"Saya yakin seluruh jemaah calon haji yang akan berangkat tahun ini sudah mempersiapkan diri secara maksimal. Hal-hal penting seputar haji tentunya sudah disampaikan oleh berbagai pihak termasuk persiapan manasik haji," katanya.

Selain itu, Jasmono juga mengimbau seluruh jemaah calon haji itu untuk tetap menjaga kesehatan selama berada di Tanah Suci.

Perubahan cuaca yang ekstrem, kondisi alam yang berbeda, termasuk cita rasa makanan atau masakan yang berbeda.

"Karena itu, para jamaah dituntut memiliki stamina dan mental yang kuat agar dapat menjalankan semua rangkaian ibadah yang ditentukan," pungkasnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved