Jumat, 10 April 2026

Longsor di Papua Nugini

300 Korban dan Ribuan Rumah Terkubur Longsor di Papua Nugini

Lebih dari 300 orang dan lebih dari 1.100 rumah terkubur saat bencana longsor desa Kaokalam di Provinsi Enga, Papua Nugini (PNG).

Tribun-Papua.com/Istimewa
PENCARIAN KORBAN LONGSOR - Warga sedang berupaya mencari korban tanah longsor di Papua Nugini.(AFP/Benjamin Sipa) 

TRIBUNAMBON.COM – Lebih dari 300 orang terkubur saat bencana longsor desa Kaokalam di Provinsi Enga, Papua Nugini (PNG).

Longsor terjadi di wilayah yang berjarak 600 km barat laut ibu kota Port Moresby itu pada, Jumat (24/5/2024) sekitar pukul 03.00 WIT.

Ratusan orang dan lebih dari 1.100 rumah diperkirakan terkubur tanah longsor besar di bagian utara Papua Nugini, sebagaimana diberitakan Reuters.

Baca juga: 12 Hari Pameran Artefak Peninggalan Rasulullah dan Para Sahabat di Ambon, Tercatat 9 Ribu Pengunjung

Baca juga: Sepasang Suami Istri Sindikat Narkoba di Ambon Dibekuk Aparat Kepolisian

Peristiwa dan jumlah korban dilaporkan media lokal pada Sabtu (25/5/2024), seraya menjelaskan bahwa dikhawatirkan ratusan orang tewas akibat tanah longsor tersebut.

Bencana tanah longsor di negara Pasifik di utara Australia mengubur lebih dari 300 orang dan 1.182 rumah, kata Papua New Guinea Post Courier, mengutip komentar dari anggota parlemen negara tersebut, Aimos Akem.

Hanya, Aimos Akem tidak segera menanggapi permintaan komentar Reuters melalui media sosial.

Diperkirakan, lebih dari enam desa terkena dampak tanah longsor di wilayah Mulitaka di provinsi tersebut, kata Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT) pada hari Sabtu ini.

"Komisi Tinggi Australia di Port Moresby melakukan kontak erat dengan pihak berwenang PNG untuk melakukan penilaian lebih lanjut mengenai tingkat kerusakan dan korban jiwa," kata juru bicara DFAT dalam sebuah pernyataan.

Australian Broadcasting Corp melaporkan pada hari Sabtu bahwa empat jenazah telah diambil dari daerah tersebut setelah tim darurat mencapai daerah berpenduduk jarang, di mana jumlah korban tewas diperkirakan akan meningkat.

Selain itu, tanah longsor juga telah memblokir akses jalan raya, menjadikan helikopter satu-satunya cara untuk mencapai daerah tersebut.

Rekaman media sosial yang diposting oleh warga desa Ninga Role menunjukkan orang-orang memanjat batu, menumbangkan pohon, dan gundukan tanah untuk mencari korban.

Sementara itu, ada pula suara wanita yang terdengar menangis di latar belakang, yang diduga salah satu korban.

Perdana Menteri James Marape mengatakan para pejabat bencana, Angkatan Pertahanan dan Departemen Pekerjaan dan Jalan Raya membantu upaya bantuan dan pemulihan. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved