Kamis, 9 April 2026

Hari Danau Sedunia

Ini Alasan Pemerintah Indonesia Usul Dibuatkan Peringatan Hari Danau Sedunia

Danau merupakan ekosistem bukan hanya bagi manusia, tetapi juga bagi aneka ragam hayati.

|
TribunAmbon.com/Adjeng
WISATA MALUKU: Pemandangan Danau Sole dari atas tebing. Berjarak 137 km dari Ibu Kota Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Danau Sole tersembunyi di tengah hutan Pulau Manawoku, Desa Amarsekaru, Kecamatan Pulau Gorom. 

TRIBUNAMBON.COM -- Berikut alasan Pemerintah Indonesia mengusulkan agar dibuat peringatan Hari Danau Sedunia.

Pemerintah Indonesia saat World Water Forum ke-10 di Bali mengusulkan agar dibuat peringatan Hari Danau Sedunia.

Ternyata ada alasan dibalik pengusulan tersebut.

Baca juga: Penjabat Wali Kota Ambon, Bupati Buru dan SBB Resmi Dilantik

Baca juga: Kisah Penjual Nasi Pulut Siram di Tulehu: Tanpa Modal Awal, Pinjam Beras Baru Bisa Jualan

Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan sekaligus Juru Bicara Kementerian PUPR, Endra S. Atmawidjaja mengatakan, danau merupakan ekosistem bukan hanya bagi manusia, tetapi juga bagi aneka ragam hayati.

Danau juga berperan sebagai tampungan air yang sangat besar.

"Kami bersusah payah sekarang membangun bendungan sangat mahal, menyediakan tampungan air untuk memastikan bahwa water security selama musim hujan tidak kebanjiran, selama musim kering tidak mengalami kekeringan, dan tidak terjadi pencemaran," kata Endra dalam konferensi pers di sela-sela World Water Forum ke-10 di Bali, Kamis (23/5/2024).

Jadi, menurut dia, danau sebagai tampungan air alami harus dijaga dan dirawat.

Keputusan Indonesia mengusulkan Hari Danau Sedunia disebut agar dunia bisa tetap mengingat akan kepentingan danau serta membangkitkan para negara lainnya agar bisa menginisiasi program berkaitan dengan danau.

"Indonesia menginisiasi kepada dunia pentingnya menetapkan Hari Danau untuk bisa menjadi pengingat dan menjadi program-program yang nanti bisa disalurkan ke berbagai negara untuk mempertahankan ekosistem unik ini untuk air baku, banjir, PLTA dan kita tahu di berbagai negara danau ini dijadikan sebagai sumber devisa," ujar Endra.

Ia pun berkaca ke beberapa negara seperti Jepang, Swiss, Jerman yang telah menjadikan danau sebagai aset alami mereka yang dirawat.

Berbeda dengan Indonesia yang disebut mengalami tantangan berat terkait dengan danau ini.

Dia bilang, ada 15 danau di Indonesia memiliki status kritis. Oleh karena itu, diperlukan berbagai kerja sama di level internasional dan aksi di tingkat lokal jika ingin menjaga danau di RI bisa menjadi lebih berkelanjutan.

Sebelumnya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan danau merupakan sumber pasokan air yang menghidupi manusia sekaligus memiliki fungsi sosial dan ekonomi masyarakat.

Peringatan Hari Danau Sedunia ini disebut bukan sekadar simbolis, tetapi sebagai salah satu kunci utama untuk menjaga kelestarian danau di seluruh dunia.

Basuki mengatakan, membangun bendungan buatan tidak gampang, apalagi untuk pengadaan lahannya.

"Danau sebagai bendungan alam, sifat dari danau maupun bendungan itu eutrophication, pengkayaan dari air. Makanya, ada enceng gondok dan sebagainya, sehingga danau bisa mati. Kita harus menjaga itu untuk memperpanjang hidupnya. Inilah gunanya peringatan Hari Danau Sedunia ini," tuturnya, Selasa (21/5/2024).

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved