JMM Cup Race Championship 2024
Dibalik Foto Estetik JMM Cup Race Championship 2024, Ada Media Balap Maluku
Tak terkecuali pada gelaran JMM Cup Race Championship 2024 yang berlangsung 17 sampai 19 Mei di Sirkuit Non Permanen Lingkar Stadion Mandala Remaja, K
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Suksesnya gelaran JMM Cup Race Championship 2024 juga tak lepas dari peran para fotografer yang bertugas mengabadikan berbagai moment penting.
Mengingat pentingnya hasil tangkapan lensa untuk kesempurnaan dokumentasi, Ikatan Motor Indonesia (IMI) Maluku pun menerjunkan hingga lima fotografer.
Ialah Rio Tumanan, Dave Soselissa, Marco Souhuwat, Teko Bastian Wattimena dan Reno Rehatta dari Media Balap Maluku.
Merupakan klub fotografer di bawah naungan IMI Maluku.
"Kita media balap di bawah naungan IMI Maluku, terus setiap event balap di Maluku kita sering mengcover IMI untuk memberitakan dunia balapan di Maluku kepada publik," kata Koordinator Media Balap Maluku, Rio Tumanan, Minggu (19/5/2024).
Rio pun menuturkan sekilas cerita di balik hasil jepretan selama event berlangsung, bahwa tidak mudah merekam momentum dengan kondisi hujan deras sepanjang balapan.
Tak serupa senapan yang bisa dipakai segala medan, kamera adalah senjata fotografer yang jauh sangat sensitif terhadap air hingga benturan.
Sehingga tak hanya menjaga kamera dari basah, pemotret juga harus ekstra hati-hati dalam setiap pergerakan agar tidak tergelincir.
Baca juga: Michael Wattimena Apresiasi Gelaran JMM Cup Race Championship 2024, Sebut Sangat Bergengsi
Baca juga: JMM Cup Race Championship 2024: Ojan Tuasikal Raih Juara Umum Pemula
"Luar biasa hari ini karena hujan deras, banyak genangan air yang harus membuat kita ekstra hati-hati serta memerlukan fokus untuk meliput event ini," tuturnya
Dijelaskan, berbeda dengan fotografer pada umumnya, memotret balapan cukup memacu adrenalin.
Pasalnya, disamping harus mencari angle foto yang tepat, fotografer juga perlu mengutamakan keselamatan.
Terlebih, sirkuit non permanen yang belum memadai untuk keselamatan para penonton termasuk tukang foto.
"Tantangan utama adalah keselamatan, karena kita harus mencari spot-spot tertentu untuk mendapatkan gambar dan angle yang pas untuk mendapatkan hasil yang lebih baik," jelasnya.
Sebagai sosok di balik foto-foto ciamik para pembalap di lintasan, dirinya berharap perkembangan dunia balapan resmi di Maluku lebih baik lagi ke depannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/personil-Media-Balap.jpg)