Kamis, 23 April 2026

Info Daerah

Cinta Produk Lokal, Siswa SMK 1 Malteng Dilatih Membatik

Kepala SMK Negeri 1 Maluku Tengah, Siani Jamaludin saat ditemui TribunAmbon.com mengatakan, kegiatan pelatihan membatik ini dalam rangka mengenalkan b

Penulis: Lukman Mukadar | Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbon.com / Lukman Mukaddar
MALTENG: Siswa-siswi SMK Negeri 1 Malteng saat praktik membatik. 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Lukman Mukadda

MASOHI, TRIBUNAMBON.COM - Ratusan siswa-siswi SMK Negeri 1 Maluku Tengah dilatih kerajinan membatik.

Pelatihan diberikan kepada mereka yang masih duduk jenjang kelas 10 dan kelas 11.

Pelatihan yang dilaksanakan sehari sekali pada setiap pekan tersebut berlaku bagi seluruh jurusan yang ada di sekolah kejuruan itu.

Kepala SMK Negeri 1 Maluku Tengah, Siani Jamaludin saat ditemui TribunAmbon.com mengatakan, kegiatan pelatihan membatik ini dalam rangka mengenalkan budaya bangsa kepada anak didiknya.

"Ini juga sebagai pengejawantahan rasa cinta budaya tersebut, harapan saya agar budaya Maluku ini bukan untuk dikenal diluar tetapi anak-anak generasi ini dapat bisa lebih mengenal dan melestarikan budaya kita," kata Kepsek.

Dalam pembatikan ini, dirinya miliki cita-cita panjang.

Di mana langkah ini bisa melatih jiwa kewirausahaan, jiwa enterpreneur para siswa.

MALTENG: Kepsek dan Guru Pembimbing  membatik saat memperkenalkan hasil batikan para siswa di Sekolah tersebut, Masohi, Selasa (7/5/2024).
MALTENG: Kepsek dan Guru Pembimbing membatik saat memperkenalkan hasil batikan para siswa di Sekolah tersebut, Masohi, Selasa (7/5/2024). (TribunAmbon.com / Lukman Mukaddar)

Diharapkan juga para siswa bisa mewarnai dan menjadi trend center melalui pelatihan batik ini.

Dengan adanya membatik ciri khas Maluku ini bisa mengangkat SMK Negeri 1 Maluku Tengah bisa ke depannya lebih maju lagi.

"Karena kita punya visi itu adalah bisa unggul dalam prestasi, meningkatkan kompetensi siswa kemudian ketrampilan dalam mengisi tuntutan dunia kerja pada sektor industri dan usaha dalam skala nasional dan berjiwa entrepreneur," jelasnya.

Baca juga: Diutus Bupati, Jauhari Tuarita Lantik Enam Kepala Pemerintahan Negeri di Malteng

Sementara itu, salah satu Guru pembimbing membatik di Sekolah itu, Yakobis Resiloy menjelaskan, untuk teknis membatik sendiri, dirinya terlebih dulu mengenalkan bagi para siswa tentang seluruh perangkat alat yang digunakan saat membatik.

"Langkah pertama kota ajarkan adalah mengenalkan dulu apa saja yang akan digunakan saat membatik, itu yang paling penting dulu. Selanjutnya baru kita mempersgakan kepada mereka bagaiman cara mewarnai dan memasang lilin malam di atas kain yang sudah diukir polanya," terangnya.

Lanjut, sementara untuk tahapan membatik sendiri mereka akan melewati enam tahapan hingga finishing dan jadi.

"Pertama pemberian lilin malam pada kain kemudian perwarnaan pada kain kemudian penguncian warna. Setelah itu perebusan/pelorotan kain dan terakhir dijemur," urainya.

Diinformasikan bahwa program membatik SMK Negeri 1 Maluku Tengah sudah berjalan sejak 2022 lalu hingga saat ini.

Produk hasil para siswa pun sudah menyentuh pasar internasional atau ke Luar Negeri.

"Alhamdulillah pasaran kami sudah sampai ke luar Negeri kemarin dari Belanda dan juga ada lokalan sini yang pesan mosalnnya kemarin itu dari Tual juga ada," tutupnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved