Ambon Hari Ini
Bahaya, Ada Lubang Besar Mengancam Pengendara di Ruas Jalan Pesisir Dusun Erie
Lubang sepanjang 10 Meter dengan lebar 4 Meter dan kedalaman hingga 5 Meter itu muncul akibat ambruknya talud pada pertengahan maret 2024 lalu.
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Sebuah lubang besar di jalan Amanhuse, tepatnya di pesisir pantai Dusun Erie, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon menjadi ancaman bagi pengendara.
Pantauan TribunAmbon.com, Jumat (12/4/2024) di lokasi, terlihat lubang besar berada tepat di tepi jalan.
Lubang sepanjang 10 Meter dengan lebar 4 Meter dan kedalaman hingga 5 Meter itu muncul akibat ambruknya talud pada pertengahan maret 2024 lalu.
Parahnya, setengah dari jalur kiri menuju arah kota tak dapat dilewati kendaraan.
Alhasil, kendaraan roda empat yang melintas harus menunggu lajur kanan kosong.
Warga setempat pun memagari tepian lubang menggunakan batang kayu dan bambu sebagai tanda adanya lubang.
Kepada TribunAmbon.com, salah seorang warga setempat, Rudi Simanjuntak mengungkapkan kerusakan jalan diakibatkan talud tak kuat menahan terjangan ombak.
Baca juga: Indahnya Toleransi: Ahmad Yani Renuat dan Jasmono Hadiahi Kidung Rohani tuk Peserta Badar GPM
Baca juga: Hadiri Halal Bi Halal Kanwil Kemenag Maluku, Murad Ismail: Silahturami dalam Perbedaan
"Kerusakan jalan ini terjadi sekitar bulan Maret 2024, penyebabnya adalah ombak besar yang menghantam bagian bawah talud. Jadi di sini tidak ada penahanan ombak, bahkan talud ini menghadap langsung ke arah lautan lepas. Jadi saat gelombang tinggi talud ini menjadi sasaran utama," ungkapnya, Jumat (12/4/2024).
Dirinya meminta agar pemerintah menyerahkan proyek perbaikan talud kepada kontraktor yang terpercaya.
Pasalnya, berulangkali talud diperbaiki namun tetap saja ambruk karena tak kuat menahan gelombang.
"Kami minta dari pemerintah kalau bisa kontraktor yang sudah pernah tahan proyek talud ini diganti. Kalau bisa kontraktornya baru yang terpercaya supaya talud yang dibangun itu kuat," pintanya.
Menurutnya, ambruknya talud hingga berujung kerusakan jalan disebabkan pengerjaan talud yang asal-asalan.
"Jangan seringkali talud ini setiap kali roboh, setiap saat ambruk, berarti bukan masalah orang kerjanya tetapi masalah pada kontraktornya. Campurannya ini sepertinya lebih banyak pasir daripada semen. Bisa dilihat itu taludnya mudah hancur," tuturnya.
"Kalau campurannya kuat tidak mungkin rusak terus seperti ini," tambahnya.
Dirinya berharap agar segera ada perbaikan darurat, mengingat kondisi jalan yang rusak sangat membahayakan pengguna jalan.
"Kami harap ini segera diperbaiki, mau perbaikan sementara atau langsung perbaikan permanen asalkan bisa segera ditangani," tandasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/jalan-di-Dusun-Erie.jpg)