Pemilu 2024

Kesal dengan Hasil Pemilu 2024, Pendemo Minta Polda Maluku Tangkap Komisioner KPU Malra yang Kabur

Aksi unjuk rasa tersebut dilakukan oleh puluhan masyarakat sipil bersama aktivis, akademisi, praktisi, politisi, tokoh pemuda, hingga ibu-ibu

Penulis: Megarivera Renyaan | Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbom.com / Megarivera Renyaan
Kesal dengan Komisioner KPU Malra yang diduga kabur ke Kota Ambon, Pendemo minta Polda Maluku bertindak, Selasa (12/3/2024). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Megarivera Renyaan

LANGGUR, TRIBUNAMBON.COM - Aksi demo terkait dugaan kecurangan Pemilu 2024 di kawasan lampu merah Ohoijang Watdek kembali pecah, Selasa (12/3/2024).

Orasi yang meminta KPU Malra agar mengembalikan suara beberapa caleg yang digeser pun makin keras diteriakan pendemo yang mengatasnamakan, Front Penyelamat Demokrasi Malra itu.

Aksi unjuk rasa tersebut dilakukan oleh puluhan masyarakat sipil bersama aktivis, akademisi, praktisi, politisi, tokoh pemuda, hingga ibu-ibu.

Mereka menuntut Polda Maluku menangkap Komisioner KPU Malra (RR) yang diduga terlibat dalam pergeseran suara caleg Partai Gerindra atas nama Willibrodus Lefteuw, yang sengaja digeser untuk menambah perolehan suara calon lainnya.

"Dia telah melakukan kejahatan dan tidak bisa dibiarkan, dia harus dipenjarakan, berdasarkan tindakan yang dilakukan hari ini KPU Malra telah dipasang sasi," ucap salah satu orator Mario Lefubun.

Menurutnya, tindakan yang dilakukan hari ini berdampak kepada kekecewaan yang terjadi pada simpatisan, berujung pemboikotan aktivitas dan jalan utama di pusat Kabupaten Malra.

Baca juga: Pleno Penetapan Hasil KPU Kabupaten Malra Ricuh, Wakapolres Minta Massa Jangan Terprovokasi

"Lalu sampai kapan keadaan ini terjadi, kami minta tangkap RR yang saat kabur dan berada di Kota Ambon, kami juga minta tuntutan kami segera dijawab," serunya.

Lanjutnya, para demonstran ini hanya ingin memastikan apakah suara rakyat benar dikendalikan?

Karena menurutnya, suara rakyat adalah suara Tuhan.

"Bapak Kapolres tolong gubris tuntutan kami, itu saja yang kami minta," ujarnya menutup orasi.

Sekitar Pukul 17:30 WIT, massa mulai membubarkan diri dengan tertib dan situasi kembali kondusif.

Sementara rapat pleno rekapitulasi dan penetapan perhitungan hasil suara Pemilu tahun 2024,tingkat Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) yang memasuki hari ke-13 masih sementara berlangsung.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved