Sabtu, 9 Mei 2026

Ambon Hari Ini

Kabar Baik bagi Warga Ambon: Februari 2024 Pasar Murah Bakal Menyasar Pemukiman Penduduk

Kepala Disperindag Kota Ambon, Josias Loppies mengatakan, jika pada Januari lalu operasi pasar dilakukan di Pasar Mardika, maka Februari ini akan meny

Tayang:
Penulis: Mesya Marasabessy | Editor: Fandi Wattimena
Sumber; Istimewa
Disperindag Kota Ambon kembali melaksanakan pasar murah di awal Februari 2024 ini dengan menyasar ke pemukiman warga. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ambon kembali melaksanakan pasar murah di awal Februari 2024 ini.

Kepala Disperindag Kota Ambon, Josias Loppies mengatakan, jika pada Januari lalu dilakukan di Pasar Mardika, maka Februari ini akan menyasar ke pemukiman penduduk agar lebih dekat dengan masyarakat.

“Dan sudah kita mulai di kawasan Wara dan Negeri Hative Kecil,” kata Loppies, Jumat (2/2/2024).

Dikatakan, saat pasar murah di Hative Kecil, pihaknya melibatkan distributor Gema Rejeki dengan bahan pokok yang dijual.

Antara lain, beras, telur, bawang putih dan bawang merah.

"Sistemnya dengan pembagian kupon yakni ada sebanyak 400 - 500 kupon yang kita sebar di masyarakat," tambahnya.

Loppies mengakui, antusias masyarakat sangat besar terhadap operasi pasar ini.

Baca juga: Petani di Ambon Kecewa Pupuk Subsidi Dijual dengan Harga Non Subsidi

Baca juga: Sebut Mahfud Mundur karena Khawatir Dituduh Manfaatkan Jabatan, Ganjar: Beliau Punya Etika

Sebab, harga bahan pokok yang dijual sangat murah, dibawah harga pasaran.

"Kita beri harga murah, sebab telah disubsidi oleh Pemkot. Misalnya untuk beras Bulog 5 Kg, dijual dengan harga Rp 55 Ribu, bawang Putih Rp 32 ribu/kg dan bawang merah Rp 34 ribu/kg," bebernya.

Loppies menambahkan, operasi pasar ini akan dilanjutkan ke Pasar Rumah Tiga, Kecamatan Teluk Ambon, guna antisipasi dampak kenaikan harga sejumlah bahan pokok.

Diharapkan, operasi pasar ini guna membantu warga Kota Ambon dalam memenuhi bahan-bahan pokok.

"Adanya kenaikan ini disebabkan karena kita bukan daerah penghasil, sehingga berharap pasokan dari luar, ketika pasokan terlambat penyebabkan harga naik,” tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved