Ambon Hari Ini
Petani di Ambon Kecewa Pupuk Subsidi Dijual dengan Harga Non Subsidi
Lanjutnya, jika kekurangan pupuk dirinya terpaksa membeli pupuk subsidi yang dijual dengan harga non subsidi. Padahal tertera tulisan pupuk bersubsid
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Adjeng Hatalea
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Salah seorang petani di perkebunan sayur kawasan Tawiri, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, Wahid mengaku kecewa ada pupuk subsidi yang dijual dengan harga non subsidi.
Dikatakan, pupuk subsidi biasa dibelinya dengan harga Rp. 150 ribu per karung ukuran 50 Kg.
Namun, dia hanya mendapat kuota 1 karung subsidi selama satu tahun.
Padahal menurutnya, jumlah tersebut sangat tidak mencukupi, sehingga proses pemupukan yang dilakukan dua sampai tiga kali dalam sebulan harus dikurangi.
Hal itu berdampak pada jumlah panen yang sedikit serta waktu panen semakin lama.
"Pupuk yang subsidi kita cuma dapat satu kali satu tahun. Jumlahnya juga terbatas, jadi pupuk yang subsidi ini tidak mencukupi untuk dipakai selama satu tahun," ungkap Wahid kepada TribunAmbon.com, Senin (29/1/2024).
Lanjutnya, jika kekurangan pupuk dirinya terpaksa membeli pupuk subsidi yang dijual dengan harga non subsidi.
Padahal tertera tulisan pupuk bersubsidi, namun harga yang didapatnya Rp. 400 ribu per karung.
Hal itu tentu memberatkannya selaku petani kecil.
"Kita bisa beli pupuk tapi harganya mahal, harganya Rp. 400 ribu per karung ukuran 50 kg, padahal itu pupuk subsidi, karungnya sama pupuk subsidi tapi tidak dapat harga subsidi," tuturnya.
Baca juga: Panen 300 Hektare Padi, Sahubawa Sebut Kontribusi Petani Jaga Ketahanan Pangan
Wahid lantas kecewa, namun hanya pasrah karena tak tahu harus mengadu ke mana.
"Kalau mau dibilang kecewa ya kecewa, tapi mau bagaimana lagi kita terima saja," cetusnya.
Dia berharap ada upaya pemerintah untuk membantu dia bersama para petani lainnya untuk memperoleh pupuk subsidi dengan harga yang sesuai.
"Harapannya supaya bagaimana pemerintah bisa membantu kami supaya mendapat pupuk subsidi ini jumlahnya cukup untuk satu tahun, harganya juga harus sesuai. Minimal 2 sampai 3 karung pupuk subsidi dalam setahun untuk mencukupi kebutuhan pemupukan," tandasnya.
Adapun, Wahid adalah seorang petani di perkebunan sayur kawasan Tawiri, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon.
Dirinya menanam berbagai macam jenis sayuran: kangkung, Sawi, Terong, Bayam, Cabai.
Ada dua jenis pupuk yang digunakan yakni, Pupuk Urea dan NPK Phonska
Hasil panen biasanya disalurkan ke Pasar Mardika untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/2912024-Petani.jpg)