Wisata di Maluku

Resmi Dimekarkan, Ini Deretan Tempat Wisata di Kecamatan Kepulauan Banda yang Bisa Dikunjungi

Deretan tempat wisata yang bisa dikunjungi di Kecamatan Kepulauan Banda, Maluku.

|
TribunAmbom.com / Adjeng Hatalea
WISATA MALUKU: Pemandangan Gunung Api dari Benteng Hollandia 

TRIBUNAMBON.COM – Kecamatan Kepulauan Banda resmi dimekarkan Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah pada Kamis (25/1/2024) lalu.

Sehingga total ada dua kecamatan di Kepulauan Banda. Yakni Kecamatan Banda dan Kecamatan Kepulauan Banda.

Kecamatan Kepulauan Banda menaungi 10 Negeri di antaranya, Negeri Administratif Lonthoir, Negeri Administratif Boiyau, Negeri Administratif Walling Spanciby (Pusat Kecamatan), Negeri Administratif Combir Kasestoren, Negeri Administratif Selamon, Negeri Administratif Dender.

Baca juga: 2 Spot Wisata di Pulau Seram, Keramba Cinta dan Pulau 7 Kini Sudah Ada Penampungan Air Bersih

Baca juga: Itenerary Seharian Wisata di Ambon, Bisa ke Mana Saja?

Serta Negeri Administratif Pulau Hatta, Negeri Administratif Waer, Negeri administratif Lautang dan Negeri Administratif Uring Tutra.

10 Negeri ini memiliki keindahan masing-masing dan bila berlibur di Banda, wajib disinggahi.

Seperti ungkapan Sutan Syahrir saat diasingkan ke Banda yang berbunyi 'Jangan mati sebelum ke Banda Neira'.

Berikut ini deretan tempat wisata di Kecamatan Kepulauan Banda yang bisa dikunjungi tribunners.

1.       Pulau Hatta

Pulau Hatta terletak 25 km di sebelah timur Kepulauan Banda.

Nama lama Pulau Hatta adalah Pulau Rozengain, namun kemudian diubah dan terinspirasi dari Mohammad Hatta, salah satu proklamator Indonesia.

Di pulau ini, Anda akan disuguhkan dengan taman laut yang indah, pantai yang bersih dan adat istiadat yang terpelihara dengan baik di antara penduduk desanya.

Bagi penyelam akan menyaksikan berbagai spesies dan terumbu karang dalam kondisi yang sangat baik.

Tentu karena masyarakatnya dan upaya konservasi yang ketat.

Selain itu, salah satu ciri khas Pulau Hatta yang sangat menarik adalah palungnya karena cekungannya yang dalam memiliki kedalaman yang sangat memesona.

2.       Benteng Hollandia – Pulau Lonthoir

Benteng Hollandia di Lonthoir, Kecamatan Kepulauan Banda, Kabupaten Maluku Tengah menjadi salah satu tempat wisata yang harus dikunjuungi.

Dari Benteng Hollandia memperlihatkan landscape Gunung Api Banda dari ketinggian 100 meter di atas permukaan laut.

Laiknya lukisan, setiap wisatawan yang berkunjung ke Banda pasti mengabadikan jejak perjalanannya dalam gawai mereka.

Benteng Hollandia didirikan pada tahun 1642 dengan nama Fort Lonthoir. Kemudian diubah namanya dengan Fort Hollandia oleh Pieter Vlak.

WISATA MALUKU:
WISATA MALUKU: (TribunAmbom.com / Adjeng Hatalea)

Bangunan Benteng Hollandia dibangun dari susunan batu andesit, batu karang dan juga bata.

Dulunya bangunan ini diplester dengan bubuk kapur. Bahan bangunan tersebut hampir semuanya diperoleh dari lingkungan sekitar.

Untuk bisa mencapai Benteng Hollandia, dari Banda Neira wisatawan harus menyeberang menggunakan transportasi laut dari Dermaga Lamane menuju ke Jembatan Boiyau yang ditempuh dalam waktu 10 menit.

Transportasi umum ini dikenai Rp. 5.000 per orang.

Kemudian perjalanan dilanjutkan ke Desa Lonthoir menggunakan jasa ojek, dengan ongkos sekitar Rp. 10.000 per orang.

Tidak ada jasa ojek yang berlalu-lalang di kawasan ini, jadi kebanyakan wisatawan memilih berjalan kali ketika hendak mengarah balik ke Jembatan Boiyau.

3.       Benteng Concordia

Benteng Concordia berada di dekat dengan perkampungan di pesisir timur Pulau Banda Besar, tepatnya di Desa Wayer.

Benteng ini dibangun oleh VOC pada 1630 untuk mengawasi gerak perdagangan pala penduduk Wayer dengan pedagang luar.

Jika penduduk berani menjual pala kepada pedagang selain Belanda, hukuman mati adalah ganjarannya.

Ketika baru selesai dibangun, benteng ini berbentuk segitiga. Namun sesudah dirobohkan pada tahun 1732, dibangun kembali satu benteng baru di tempat yang sama dengan bentuk segi empat dilengkapi dengan empat bastion.

Saat ini Benteng Concordia tak lagi utuh akibat gempa bumi pada 1732 silam.

Meski demikian, Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XX Kerja Provinsi Maluku, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi akan segera melakukan pemugaran terhadap Benteng.

Sumber: Tribun Ambon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved