Kunci Jawaban

Teks pada Majalah Digital Nuansa! Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 7 Halaman 119

Tuliskan ulang judul dan simpulkan teras dan isi berita dalam ketiga teks berita cetak, digital, dan audiovisual di atas dengan bahasa kalian sendiri

Buku Bahasa Indonesia Kelas 7 Kurikulum Merdeka
Dalam buku Bahasa Indonesia Kelas 7 Kurikulum Merdeka halaman 119 tersebut terdapat Kegiatan 5: Mengidentifikasi Unsur Berita di Berbagai Media. 

TRIBUNAMBON.COM - Berikut soal dan kunci jawaban Bahasa Indonesia Kelas 7 Kurikulum Merdeka halaman 119.

Kegiatan 5: Mengidentifikasi Unsur Berita di Berbagai Media.

Tuliskan ulang judul dan simpulkan teras dan isi berita dalam ketiga teks berita cetak, digital, dan audiovisual di atas dengan bahasa kalian sendiri.

1. Judul Berita

- Teks pada Majalah Digital Nuansa: Gerakan Pasukan Muda Pelindung Bumi

- Teks pada Harian Kompas Cetak: Saatnya Melirik Hutan Kalteng yang Rapuh

- Teks Skrip pada Berita TVRI: Selamatkan Bumi dari Kerusakan

Dalam buku Bahasa Indonesia Kelas 7 Kurikulum Merdeka halaman 119 tersebut terdapat Kegiatan 5: Mengidentifikasi Unsur Berita di Berbagai Media.
Dalam buku Bahasa Indonesia Kelas 7 Kurikulum Merdeka halaman 119 tersebut terdapat Kegiatan 5: Mengidentifikasi Unsur Berita di Berbagai Media. (Buku Bahasa Indonesia Kelas 7 Kurikulum Merdeka)

2. Teras Berita

- Teks pada Majalah Digital Nuansa: Sambil membawa batang bibit mangrove dalam lumpur dan kecipak air, puluhan anak muda dari berbagai daerah ini menyusuri pesisir Teluk Awur, Jepara, Jawa Tengah. Sesekali mereka tampak asyik saling memberi tahu cara menanam batang mangrove di bibir pantai dalam program konservasi mangrove “Mangrove Cultivation”.

- Teks pada Harian Kompas Cetak: Hutan belantara menjadi kekayaan alam tak ternilai bagi Kalimantan Tengah. Namun, eksploitasi selama ini membuat hutan dan daya dukung lingkungan terdegradasi. Hutan rapuh menanti sentuhan pemimpin yang peduli.

- Teks Skrip pada Berita TVRI: Potensi timah yang terkandung Negeri Serumpun Sebalai menjadi anugerah sekaligus petaka. Bagaimana tidak? Fakta bahwa sebagian besar wilayah Bangka maupun Belitung rusak akibat pertambangan jelas terlihat di depan mata. Lahan kritis pascatambang, lubang-lubang kolong yang menjadi tontonan, dan terjarahnya alam indah nan hijau menjadi kawasan tambang legal maupun ilegal menjadi dampak yang tidak terelakkan.

Baca juga: Kunci Jawaban IPA Kelas 10 Kurikulum Merdeka Halaman 91: Massa Atom dan Molekul Relatif

Baca juga: Tentukan Pertanyaan Retoris! Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Halaman 38 Kurikulum Merdeka

3. Isi Berita

- Teks pada Majalah Digital Nuansa: Kegiatan itu digagas oleh Kelompok Studi Ekosistem Mangrove Teluk Awur (KeSEMaT), sebuah Unit Kegiatan Kemahasiswaan Jurusan Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Undip Semarang. Demikian dan seterusnya …

- Teks pada Harian Kompas Cetak: Hari-hari suram mewarnai hidup Maslani (55). Warga Temanggung Tillung, Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah itu tak lagi bisa bekerja sesuai keahliannya sebagai pencari titik sumur bor. Alih-alih beristirahat di rumah, Maslani dan warga desa di tempatnya kini harus sibuk menyelamatkan rumah mereka dari banjir. Demikian dan seterusnya …

- Teks Skrip pada Berita TVRI: Data Kementerian Lingkungan Hidup menyebutkan bahwa hasil pencitraan satelit di tahun 2016 menunjukkan setidaknya 80 persen lahan di Bangka Belitung ini kritis dan perlu direhabilitasi. Dampak dari tergerusnya alam Bangka Belitung akibat praktik pertambangan kini menjadi ancaman. Banjir adalah contohnya. Demikian dan seterusnya …

Baca juga: Kunci Jawaban IPA Kelas 10 Kurikulum Merdeka Halaman 93: Konsep Hukum Perbandingan Tetap

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved