Ambon Hari Ini
AMAN Maluku Gandeng AJI Ambon Beri Pelatihan Jurnalis Masyarakat Adat
Peserta dalam kegiatan yang diselenggarakan AMAN dengan menggandeng Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Ambon ini, adalah tenaga Infokom di masing-
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Sebagai upaya untuk menyuarakan hak-hak masyarakat adat, Pengurus Wilayah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (PW AMAN) Maluku menggelar pelatihan bertajuk 'Jurnalis Masyarakat Adat', bertempat di Kota Ambon, Senin 8 Januari hingga Rabu 10 Januari 2024.
Peserta dalam kegiatan yang diselenggarakan AMAN dengan menggandeng Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Ambon ini, adalah tenaga Infokom di masing-masing Pengurus Daerah (PD) yang ada di Maluku, sebanyak 9 orang, ditambah 2 orang Pengurus Wilayah AMAN Maluku.
Sedangkan para narasumber maupun fasilitator untuk kegiatan ini, Titi Pangestu, Koordinator Bidang Infokom PB AMAN, Lenny Patty, Ketua PW AMAN Maluku, serta Ketua AJI Kota Ambon Khairiyah Fitri, Majelis Pertimbangan Organisasi AJI Kota Ambon Zairin Salampessy yang adalah Pemred situs berita potretmaluku.id serta penguji nasional Uji Kompetensi Pewarta Foto Indonesia (UK PFI).
Koordinator Bidang Infokom PB AMAN, Titi Pangestu mengatakan, kegiatan ini digelar untuk melatih jurnalis masyarakat adat di wilayah daerah AMAN yang nantinya berkolaborasi dengan pengurus besar agar memperjuangkan isu masyarakat adat dan mengabarkan apa yang terjadi di daerah.
"Semoga kader yang sudah dilatih ini tetap konsisten untuk menginformasikan segala bentuk infomasi seputar masyarakat adat di level komunitas maupun PH AMAN l, dan semoga saja ini bisa menularkan aura positif untuk daerah lain, karena ini menjadi bagian memperjuangkan isu masyarakat adat," kata Titi.
Ketua AMAN Maluku Lenny Patty menyebutkan, kegiatan pelatihan ini bertujuan memperkuat kapasitas Biro Infokom dan Jurnalis Masyarakat Adat dengan melibatkan seluruh Pengurus Daerah AMAN dan Komunitas Masyarakat Adat di Maluku.
Baca juga: Kisah Usman Marasabessy, Pelipat Surat Suara Pemilu 2024 Tertua di Ambon: Diupah Rp285 per Lembar
Baca juga: Wow, Ada 594 Lubang Jalan dari Durian Patah Hingga Negeri Hitu
"Pelatihan juga dimaksudkan, agar peserta dapat memanfaatkan teknologi Informasi dalam kampanye masyarakat adat, meningkatkan partisipasi pemuda adat di komunitas, serta guna memperkuat jurnalistik berperspektif masyarakat adat," terangnya.
Para peserta mendapatkan materi dari Khairiyah Fitri mengenai jurnalisme warga dan sejarahnya.
Jurnalis Tempo itu juga menjelaskan mengenai peran dan posisi jurnalisme warga dalam pemberitaan dan arus informasi.
Termasuk perbedaan jurnalis profesional dan jurnalis warga.
Dia juga memaparkan soal teknik dasar penulisan jurnalistik, yang dimulai dari ide dan tema penulisan, apa itu 5W 1 H, penulisan piramida terbalik, penulisan SPOK serta pemilihan narasumber berita dan teknik wawancara.
Materi kemudian dilanjutkan tentang jurnalisme dasar dan produk jurnalisme oleh Zairin Salampessy yang akrab disapa Embong.
Selain menjelaskan tentang prinsip-prinsip dasar jurnalistik, Embong juga menjelaskan terkait kriteria layak berita, fakta, data, dan peristiwa serta jenis-jenis karya jurnalistik.
Pada hari pertama kegiatan ini, peserta diberikan tugas untuk membuat berita, yang bahannya diangkat dari masalah-masalah di sekitar lokasi, dengan melakukan wawancara.
| Pemkot Ambon Gandeng Pelindo, Lahan Eks Pasar Inpres Disulap Jadi Area Kontainer |
|
|---|
| Cabai Tak Lagi Pedas di Kantong, Harga di Pasar Ambon Mulai Stabil |
|
|---|
| Trian Bawa Luka Jadi Karya, “Ayah Ini Arahnya Ke Mana Ya?” Bikin Haru Penggemar di Ambon |
|
|---|
| Soal Pemberhentian Gaji ASN Tersandung Kasus Korupsi, Ini Penjelasan Plt. Sekot Ambon |
|
|---|
| Eks Pasar Gambus Bakal Jadi Parkiran Khusus Truk, Bodewin Wattimena: Penataan Tengah Berjalan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/PW-AMAN-Maluku.jpg)