Mata Lokal
Benteng Leiden di Negeri Hitu: Dari Rumah Singgah Hingga Jadi Hunian Tetap Warga
Kondisinya sudah tak serupa benteng karena sudah dijadikan hunian warga, hanya tersisa pondasi hingga sumur yang dibangun oleh Portugis.
Penulis: Maula Pelu | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula Pelu
AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Berjarak 11,26 km dari Benteng Amsterdam di Negeri Hila, terdapat sebuah benteng yang dikenal warga Negeri Hitu dengan sebutan Leiden.
Berlokasi di kompleks Kotahaha, kurang lebih 50 meter dari Pasar Hitu.
Kondisinya sudah tak serupa benteng karena sudah dijadikan hunian warga, hanya tersisa pondasi hingga sumur yang dibangun oleh Portugis.
“Benteng ini di bangun bangsa Portugis pada awal abad ke-16,” ungkap Ibnu Saleh Pelu selaku tuan rumah yang mendiami bekas benteng itu.
Baca juga: Inilah Pohon Paling Dilindungi Warga Hitu dan Kodam XVI Pattimura
Dijelaskan, awalnya bangunan tersebut diperuntukan sebagai rumah singgah bagi awak kapal Portugis yang berlayar dari Perairan Malaka dan Ternate.
Seperti halnya Benteng Amsterdam, awalnya dibangun oleh bangsa Portugis sebagai gudang penyimpanan, baru berubah fungsi setelah direbut Kolonial Belanda.
Oleh Portugis, benteng ini dikenal dengan sebutan Van Werwe, kemudian berubah nama menjadi Blokhuis Omstreeks setelah direbut Inggris.
“Di jaman kolonial Belanda, dikenal dengan nama benteng Leiden,” ujarnya.
Lanjutnya, pemilik terakhir dari benteng itu adalah warga hitu setelah dibeli dari Belanda.
“Benteng ini berpindah dari setiap kolonial yang menduduki tanah Hitu. Terakhir masyarakat tanah Hitu membayar benteng itu dan menghancurkannya,” tandasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Benteng-Leiden-2.jpg)