Maluku Hari Ini
Ratusan Pengendara Roda Dua di Masohi Terpantau Tak Gunakan Helmet
Sejumlah titik yang menjadi lajur lalu lintas paling ramai dilewati pengendara sepeda motor pun terpotret banyak pengendara, baik pengemudi maupun pen
Penulis: Lukman Mukadar | Editor: Adjeng Hatalea
Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Lukman Mukaddar
MASOHI, TRIBUNAMBON.COM - Lebih dari 100 orang warga Maluku Tengah di Kota Masohi tidak menggunakan helmet saat berkendara di jalan raya.
Pantauan Tribun Ambon.com di sejumlah lokasi, Jumat (22/12/2023), masih banyak warga di kota tua itu belum sadar akan keselamatan berkendara, terutama pengendara sepeda motor.
Sejumlah titik yang menjadi lajur lalu lintas paling ramai dilewati pengendara sepeda motor pun terpotret banyak pengendara, baik pengemudi maupun penumpang yang dibonceng tidak mengenakan pelindung kepala.
Padahal, baru-baru ini aparat kepolisian dari Polres Maluku Tengah sudah mengeluarkan himbauan wajib helmet saat berkendara.u
Pasalnya, sepanjang 2022-2023, lebih dari 60 kasus kecelakaan lalu lintas.
Sebagian besar tingkat kecelakaan parah di bagian kepala akibat tidak mengenakan helmet.
Sembelumnya, Kasat Lantas Polres Maluku Tengah, AKP Frans Sinaga mengimbau masyarakat Kota Masohi untuk penggunaan helmet saat berkendara.
Terlebih lagi Menjelang Hari Natal dan Tahun Baru yang tentu akan ada peningkatan volume kendaraan di jalan raya.
Untuk itu pengendara diimbau agar tetap berjati-hati dan melengkapi diri dengan kelengkapan berkendara.
Baca juga: Ruas Jalan Kopra Kota Masohi Jadi Parkiran, Pengendara: Sudah Tau Ada Larangan Mau Parkir Saja
"Iya, kami himbau kepada masyarakat agar tetap hati-hati saat berkendara dan jangan lupa tetap menggunakan helm," kata Kasat Lantas Polres Maluku Tengah, AKP Frans Sinaga di Masohi, Kamis (21/12/2023).
Lanjut, sebab helmet sebagai salah satu safety gear bagi pengendara sepeda motor memang masih sering diabaikan. Akibat banyak pengendara yang abai, angka kecelakaan pengendara sepeda motor tak gunakan helm juga cukup tinggi.
"Hampir rata-rata kecelakaan yang menyebabkan luka berat hingga kematian itu karena tidak pakai helm," kata Kasat.
Lanjut, selama ini, kasus kecelakaan lalu lintas di Maluku Tengah masih didominasi pengendara sepeda motor, bahkan hingga meninggal dunia akibat tidak menggunakan helm SNI.
Dijelaskan, untuk tahun ini, memang ada sedikit penurunan angka kasus lakalantas di wilayah Maluku Tengah, namun angka itu tidak selisih jauh berbeda dengan tingka laka pada tahun sebelumnya.
Dimana pada tahun 2022 lalu tingkat lakalantas sebanyak 34 kasus sementara hingga penghujung tahun 2023 ini baru terjadi sekitar 31 laka lantas.
"Untuk tahun ini tercatat ada 31 kasus artinya ada penurunan jika dibandingkan dengan tahun lalu itu ada sekitar 34 kasus lakalantas," jelas Kasat.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/22122023-Pengendara-Masohi.jpg)