Selasa, 14 April 2026

Nasional

Berita Duka, Ketua DPP PDI-P Hamka Haq Meninggal Dunia

Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto mengungkapkan, Hamka Haq meninggal setelah beberapa lama dirawat di RS Siloam Jakarta.

Editor: Adjeng Hatalea
Courtesy / Kompas.com
Ketua DPP PDI-P Bidang Keagamaan dan Kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, Hamka Haq meninggal dunia, Kamis (7/12/2023). 

JAKARTA, TRIBUNAMBON.COM - Ketua DPP PDI-P Bidang Keagamaan dan Kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, Hamka Haq meninggal dunia, Kamis (7/12/2023).

Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto mengungkapkan, Hamka Haq meninggal setelah beberapa lama dirawat di RS Siloam Jakarta.

"Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Ibu Megawati Soekarnoputri beserta seluruh keluarga besar PDI Perjuangan merasakan duka cita yang mendalam atas wafatnya Hamka Haq. Beliau meninggal dunia di usia 71 tahun setelah dirawat selama beberapa waktu di RS Siloam Jakarta," kata Hasto dalam keterangannya, Kamis.

Hasto mengaku bahwa PDI-P sangat bersedih atas meninggalnya Hamka Haq.

Megawati, jelas Hasto, juga mengajak semua berhenti aktivitas sejenak untuk mendoakan almarhum Hamka Haq.

Menurut Hasto, sosok Hamka semasa hidup dipandang sebagai seorang pejuang bangsa dan negara.

"Serta pejuang partai yang selalu teguh dalam menjaga, mengawal serta melestarikan nilai-nilai berketuhanan yang berkebudayaan, ketuhanan yang berbudi pekerti luhur sesuai Pancasila," kenang Hasto.

Selain itu, Hamka dikenang sebagai salah satu tokoh yang merancang berdirinya ormas sayap Islam untuk PDI Perjuangan Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) pada Maret 2007.

Baca juga: Langgar Etika Politik, PDI-P Tegas Minta Bobby Nasution Mundur Usai Deklarasi Dukung Prabowo-Gibran

Hamka Haq, terang Hasto, adalah sosok yang selalu mendalami dan mewartakan api perjuangan keislaman Proklamator RI Soekarno sebagai tokoh pemimpin yang nasionalis sekaligus relijius.

"Profesor Hamka Haq selalu memperjuangkan nilai-nilai kebenaran, persamaan hak, dan pluralisme dalam setiap lini kehidupan. Beliau adalah sosok pemikir Islam yang sejak awal berani mendukung pemikiran bahwa pemimpin perempuan itu halal, dan pemimpin dari non-Muslim itu dibolehkan," tutur Hasto.

Hasto menganggap Hamka seorang pejuang demokrasi. Hal ini dilihat dari latar belakang Hamka saat masih aktif berkuliah di Makassar.

"Hamka yang berani di garda terdepan mendampingi gerakan mahasiswa tahun 1998 yang berdemo untuk menuntut mundurnya Soeharto," ujarnya.

Menurut Hasto, Hamka juga sosok intelektual yang mampu memadukan gagasan Bung Karno dengan Islam.

Hamka, sebut Hasto, adalah sosok yang rendah hati.

Ini terlihat dari beragam buku-buku karangannya yang dinilai banyak menginspirasi. "Kami sungguh bersedih dan sangat kehilangan. Partai memberikan penghormatan terbaik pada almarhum melalui protokol Partai," tutur dia.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved