Haji 2024
250 Calon Haji Maluku Tengah Mulai Bikin Paspor
Penyelenggaraan pengurusan paspor dimulai dengan tahapan pemotretan dan perekaman sidik jari oleh petugas Imigrasi Kelas I A Ambon.
Penulis: Lukman Mukadar | Editor: Adjeng Hatalea
Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Lukman Mukaddar
MASOHI, TRIBUNAMBON.COM - Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Maluku Tengah memfasilitasi pengurusan paspor bagi 250 orang Jamaah Calon Haji (JCH) asal Bumi Pamahanu Nusa.
Penyelenggaraan pengurusan paspor dimulai dengan tahapan pemotretan dan perekaman sidik jari oleh petugas Imigrasi Kelas I A Ambon.
Kegiatan itu dibuka langsung oleh Penjabat Sekretaris Daerah Maluku Tengah, Jauhari Tuarita.
Tuarita dalam sambutannya mengatakan, Musim haji adalah momen yang sangat istimewa bagi umat Islam, di mana setiap umat Islam memiliki kesempatan untuk menjalankan rukun Islam kelima, yaitu ibadah haji.
"Melalui kegiatan Easy Paspor ini, kita berkomitmen untuk memudahkan calon jamaah haji dalam proses pengurusan paspor, sehingga mereka dapat lebih fokus dan tenang dalam menyambut perjalanan spiritual yang begitu agung," kata Tuarita.
Baca juga: Pemerintah Usulkan Biaya Haji 2024 Jadi Rp. 106 Juta, Ini Penjelasannya
Dikatakan lagi, baik pemerintah daerah maupun Kemenag dan Kantor Imigrasi memastikan kelancaran dan kelengkapan administrasi para calon jamaah haji.
"Kepada seluruh calon jemaah haji, saya harap dapat menggunakan kesempatan yang baik ini untuk menyelesaiakan segara urusan administrasi sehingga pada saatnya nanti, tidak menimbulkan masalah yang menghambat perjalanan," ucap Tuarita.
Tempat yang sama, Kepala Kemenag Maluku Tengah, Taslim Tuasikal menjelaskan bahwa untuk musim haji kali ini, Maluku Tengah mendapatkan penambahan kuota sebanyak 160 orang.
"Dari awal pemerintah sudah menyampaikan sesuai hasil perte temuan Presiden RI Joko Widodo dengan pemerintah Arab Saudi. Pemerintah Arab Saudi telah menjanjikan untuk penambahan kuota sebanyak 20 ribu, khusus untuk Indonesia," jelas Tuasikal.
Lanjut, tentunya penambahan kuota itu dibarengi dengan kesiapan dari seluruh jajaran Kementerian Agama kabupaten kota di seluruh Indonesia.
Salah satunya hari ini kita mengambil langkah itu menyiapkan 250 orang untuk memulai perekaman wajah dan sidik jari oleh pihak imigrasi dengan catatan ibu dan bapak yang masuk dalam kuota cadangan harus bisa berproses sama seperti jamaah haji yang akan berangkat, itu sudah masuk dalam ketentuan pelayanan haji," sebutnya.
"Karena kita sudah menjalankan di tahun kemarin dan ternyata ada sekian kloter di Indonesia itu mereka tidak mengikuti manasik haji," pungkasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/2011223-Haji2.jpg)