Rabu, 15 April 2026

Konflik Palestina Israel

Berhari-hari Dikepung Militer Israel, Pasien RS Al Shifa di Gaza Terancam Meninggal

Israel mengatakan bahwa pejuang Hamas memiliki markas bawah tanah di terowongan di bawah rumah sakit dan sengaja menggunakan pasiennya sebagai perisai

Editor: Adjeng Hatalea
Courtesy / Tangkapan Layar Al Jazeerah
Pasukan militer Israel berhari-hari telah mengepung Rumah Sakit Al-Shifa di Kota Gaza, Palestina 

GAZA, TRIBUNAMBON.COM - Pasukan militer Israel berhari-hari telah mengepung Rumah Sakit Al-Shifa di Kota Gaza, Palestina.

Petugas medis telah memperingatkan meningkatnya jumlah korban di kalangan pasien, termasuk bayi baru lahir, dan kekhawatiran akan penyebaran penyakit semakin meningkat.

Belum lagi kurangnya bahan bakar untuk generator listrik membuat mereka tidak dapat menyelamatkan pasien.

Dilansir dari Al Jazeera, Israel menolak untuk mundur, mengeklaim bahwa rumah sakit tersebut menyembunyikan basis Hamas.

Pertempuran terjadi di lingkungan sekitar rumah sakit terbesar di Jalur Gaza, tempat ribuan warga sipil mencari perlindungan.

Militer Israel, yang pasukan daratnya memasuki Jalur Gaza pada akhir Oktober, dengan cepat mengepung pemukiman utama di utara Kota Gaza.

Menurut mereka al-Shifa adalah target utama dalam pertempurannya untuk menguasai bagian utara wilayah tersebut.

Israel mengatakan bahwa pejuang Hamas memiliki markas bawah tanah di terowongan di bawah rumah sakit dan sengaja menggunakan pasiennya sebagai perisai, sebuah klaim yang dibantah oleh Hamas.

Laporan pada Senin (13/11/2023) menunjukkan bahwa ribuan orang telah meninggalkan rumah sakit.

Namun sejumlah besar orang masih terjebak di dalamnya.

Baca juga: Alhamdulillah! Bantuan Tahap Pertama Indonesia Telah Masuk Gaza

Setidaknya 650 pasien masih tersisa, serta staf, kata juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza Ashraf al-Qudra, yang berada di dalam Rumah Sakit al-Shifa di Kota Gaza.

Dia mengatakan sebuah tank Israel ditempatkan di gerbang rumah sakit.

“Tangki tersebut berada di luar gerbang departemen klinik rawat jalan, seperti inilah situasinya pagi ini,” kata al-Qudra kepada kantor berita Reuters melalui telepon.

Penembak jitu dan drone Israel menembaki rumah sakit tersebut, sehingga menyulitkan petugas medis dan pasien untuk bergerak, tambahnya.

“Kami terkepung dan berada dalam lingkaran kematian,” katanya.

Pejabat tersebut mengatakan bahwa 32 pasien telah meninggal dalam tiga hari terakhir, termasuk tiga bayi baru lahir, akibat pengepungan rumah sakit dan pemadaman listrik.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved