Minggu, 19 April 2026

Hari Pahlawan 2023

Kenapa 10 November Diperingati sebagai Hari Pahlawan? Begini Sejarahnya

Sejarah Hari Pahlawan 10 November ini sangat erat kaitannya dengan peristiwa pertempuran Surabaya yang meletus pada tanggal yang sama pada tahun 1945.

Editor: Adjeng Hatalea
(Sumber: wikipedia.com/ National Museum of World Cultures via Kompas.com)
HARI PAHLAWAN: Orange Hotel di Surabaya, lokasi perobekan bendera Belanda ketika Pertempuran Surabaya 

TRIBUNAMBON.COM - 10 November, setiap tahunnya Indonesia memperingati Hari Pahlawan.

Tepat hari ini, Jumat (10/11/2023) bangsa Indonesia kembali memperingatinya untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan di masa penjajahan.

Sejarah Hari Pahlawan 10 November ini sangat erat kaitannya dengan peristiwa pertempuran Surabaya yang meletus pada tanggal yang sama pada tahun 1945.

Pertempuran Surabaya merupakan salah satu pertempuran besar dan paling sulit yang dihadapi oleh pejuang Indonesia.

Beberapa tokoh penting yang terlibat dalam Pertempuran Surabaya antara lain Bung Tomo, Moestopo, Gubernur Suryo, Mayjen Sungkono, HR Muhammad Mangoendiprodjo, dan KH Hasyim Ays'ari.

Berawal dari Pertempuran Surabaya

Sejarah Hari Pahlawan berawal dari pecahnya Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945.

Peristiwa Pertempuran Surabaya berawal dari kedatangan pasukan Sekutu yang dipimpin oleh Allied Forces Netherland East Indies (NICA) pada 25 Oktober 1945.

Awalnya, mereka datang dengan tujuan untuk mengamankan para tawanan perang dan melucuti senjata Jepang.

Namun, NICA yang dipimpin oleh Brigadir Jenderal Aulbertin Walter Sother Mallaby langsung masuk ke Surabaya dan mendirikan pos pertahanan di sana.

Tindakan inilah yang kemudian dianggap sebagai tanda dimulainya perang terhadap pasukan Indonesia.

Baca juga: Keren! Jelang Hari Pahlawan, Siswa SMA Negeri 11 Gelar Pameran WPAP di Monumen Dr. J Leimena

Pada 27 Oktober 1945, pasukan Inggris yang merupakan bagian dari pasukan Sekutu menyerbu penjara dan membebaskan tawanan perang yang ditahan oleh Indonesia.

Tidak hanya itu, mereka juga menyebarkan pamflet yang memerintahkan warga Indonesia untuk menyerahkan senjata milik mereka.

Tentu saja, masyarakat Surabaya yang sudah dipenuhi amarah, menolak perintah tersebut dan segera melancarkan perlawanan.

Pengeluaran Ultinatum

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved