Info Kesehatan
Bukan Sekedar Tanaman Liar, Ini Manfaat Pecut Kuda Tuk Kesehatan
Tanaman dengan nama latin Achyranthes Aspera, adalah jenis tanaman herbal yang banyak digunakan sebagai obat tradisional untuk mengatasi berbagai kond
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Tanaman Pecut Kuda seringkali dianggap sebagai tanaman liar semata.
Padahal, tanaman ini disebut memiliki sejumlah manfaat untuk kesehatan tubuh.
Tanaman dengan nama latin Achyranthes Aspera, adalah jenis tanaman herbal yang banyak digunakan sebagai obat tradisional untuk mengatasi berbagai kondisi.
Pasalnya, tanaman yang bisa jumpai di pinggir jalan ini memiliki kandungan nutrisi, diantaranya :
- Asam lemak.
- Asam oleanolat, triakontanol.
- Achyranthine, asam amino yang berbeda.
- Asam oleonat.
- Bisdesmosidic, saponin berbasis triterpenoid.
- D-glukuronat, Betaine.
- Ekdisteron.
- Spinasterol, dihidroksi keton.
- Spathulenol, alkaloid.
- n-hexacos-14- enoic.
Semua bagian dari tanaman ini, mulai dari akar, biji, dauh, batang, dan bunga, diketahui berpotensi digunakan sebagai pengobatan alternatif.
Saat ini, tanaman pecut kuda juga mulai digunakan dalam pengobatan medis.
Dilansir dari laman kesehatan hellosehat.com berikut ini 7 manfaat tanaman Pecut Kuda tuk kesehatan tubuh :
1. Meredakan radang tenggorokan
Dilansir dari Jurnal Pangan dan Agroindustri, kandungan antibakteri dalam tanaman pecut kuda telah diteliti dan terbukti mampu menghambat pertumbuhan bakteri.
Fungsi ini juga diketahui bisa secara aktif menghambat bakteri Streptococcus pyogenes lebih baik dibandingkan dengan penggunaan obat penisilin.
2. Mengatasi keputihan pada wanita
Achyranthens Aspera diketahui memiliki potensi manfaat sebagai obat keputihan pada wanita.
Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak tanaman pecut kuda yang telah dijadikan serbuk bisa membantu pertumbuhan jamur Candida albicans yang merupakan salah satu penyebab keputihan.
3. Menurunkan demam
Berdasarkan Future Journal of Pharmaceutical Sciences, tanaman pecut kuda sudah sejak lama digunakan dalam pengobatan tradisional di Afrika untuk mengobati berbagai macam penyakit, termasuk demam.
Ini karena tanaman pecut kuda memiliki fungsi sebagai antioksidan dan anti-peradangan, meski memiliki zat antivirus yang lemah.
Tanaman ini punya kandungan asam asorbik yang punya sifat antioksidan dan bisa meningkatkan kinerja sistem imun. Fungsi tersebut berpotensi bantu melawan penyebab infeksi yang juga bisa menimbulkan demam, seperti virus COVID-19.
4. Membantu penyembuhan luka terbuka
Ekstrak dari tanaman pecut kuda diketahui bisa membantu mempercepat penyembuhan luka.
Melalui sebuah penelitian yang dilakukan pada tikus, luka yang terbuka dapat tertutup kembali dengan sempurna pada hari ke-12 setelah penggunaan salep dari ekstrak tanaman pecut kuda 5 persen.
5. Melindungi tubuh dari radikal bebas
Dalam jurnal MIPA, oleh masyarakat wilayah Tomohon di Sulawesi Utara, tanaman pecut kuda juga bisa disebut dengan tanaman ekor tikus.
Berdasarkan hasil dari penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa ekstrak Achyranthens Aspera memiliki beberapa zat antioksidan.
Zat ini meliputi senyawa melabolit sekunder, seperti alkaloid, flavonoid, triterpenoid, tanin, dan saponin.
Zat antioksidan ini bisa membantu melindungi tubuh dari efek radikal bebas.
6. Mengurangi lemak tubuh
Suplemen yang terbuat dari tanaman pecut kuda diketahui punya potensi mengurangi lemak berlebih di dalam tubuh.
Cara kerjanya yaitu dengan mencegah penumpukan lemak di bagian perut yang mengatur berat badan.
7. Meredakan gejala pada kulit
Air perasan dan bubur tanaman pecut kuda dinilai berpeluang meredakan sejumlah gejala pada kulit, seperti ringworm, bisul, dan kulit mengelupas.
Cara pakainya pun tidak sulit. Anda cukup tempelkan air perasan atau bubur secara langsung pada kulit.
Meski terbukti memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh, daun pecut kuda tetap perlu digunakan dengan hati-hati.
Ada beberapa efek samping yang mungkin terjadi setelah menggunakan daun pecut kuda, seperti penggunaan secara langsung pada kulit bisa menimbulkan iritasi dan ruam.
Lebih baik digunakan bersama dengan sesuatu yang bisa mendinginkan kulit, misalnya es batu. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Tanaman-Pecut-Kuda.jpg)