Proses Evakuasi Pasca Serangan KKB di Yahukimo Masih Terus Berlanjut

Proses evakuasi korban setelah serangan KKB di Kali I, Kampung Musom II, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo masih berlanjut.

TribunPapua
Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri telah memerintahkan Kapolres Yahukimo untuk mengeluarkan seluruh pekerja tambang di Kampung Musom II, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo. 

TRIBUNAMBON.COM -- Proses evakuasi korban setelah serangan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kali I, Kampung Musom II, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo masih berlanjut.

Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D Fakhiri telah memerintahkan Kapolres Yahukimo untuk mengeluarkan seluruh pekerja tambang di Kampung Musom II, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo.

Fakhiri mengatakan, hal itu dilakukan sehingga aktivitas pertambangan di area tersebut dapat dihentikan sementara waktu demi penyelidikan lebih lanjut.

"Kami juga akan meminta keterangan dari beberapa korban untuk mengetahui jumlah pelaku serta untuk memahami kronologi penyerangan," kata Fakhiri melalui keterangan tertulis, Jumat.

Fakhiri menegaskan, pihak kepolisian akan mengambil tindakan tegas terhadap semua pelaku yang terlibat dalam serangan ini.

"Dengan tujuan agar tidak ada gangguan serupa dalam tahapan pemilu yang akan datang," ujarnya.

"Kami terus bekerja sama dengan tokoh-tokoh masyarakat untuk memberikan himbauan agar warganya tidak melakukan aktivitas yang membahayakan diri sendiri," sambungnya.

Terkait para pelaku, Fakhiri berujar, tindakan tegas akan diambil untuk mencegah insiden serupa dan memastikan keamanan di Papua dalam rangka proses pemilu.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ignatius Benny Ady Prabowo mengatakan, upaya evakuasi terus berlanjut untuk menyelamatkan pekerja tambang yang diduga masih berada di sekitar lokasi kejadian.

"Pasukan gabungan di bawah pimpinan Kapolres Yahukimo, AKBP Heru Hidayanto, terus berpatroli dan melakukan penyisiran di sekitar area tambang hingga hari ini," ujarnya.

Menurut laporan yang diterimanya, Benny mengatakan, sebanyak 50 pekerja tambang telah dievakuasi, termasuk 7 orang yang ditemukan meninggal dunia.

Ia juga mengungkapkan bahwa selama proses evakuasi, aparat keamanan masih menghadapi ancaman tembakan dari KKB, tetapi berhasil memastikan keselamatan semua pekerja yang dievakuasi kembali ke markas dengan selamat. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved