Ambon Hari Ini
Tak Hanya Membuat Ukulele Tempurung Kelapa, Tuhusula Beri Pelatihan Bermain Ukulele secara Gratis.
Bahkan, dia membuat sebuah komunitas pemain Ukulele tempurung kelapa dengan nama Ukutempa.
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Adjeng Hatalea
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Henry Tuhusula sebagai pembuat alat musik Ukulele dari tempurung kelapa rutin memberi pelatihan bagi anak-anak di Dusun Waimahu, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon.
Hal itu semata-mata dilakukannya sebagai sebuah pengabdian.
Dirinya tak memungut sepeserpun dari siapa saja yang ingin berlatih.
"Sebagai guru musik di SMA N 10 Ambon, saya juga melatih anak-anak di Waimahu untuk bermain alat musik ukulele, gratis tanpa pungut biaya," ucapnya kepada TribunAmbon.com, Rabu (12/7/2023).
Bahkan, dia membuat sebuah komunitas pemain Ukulele tempurung kelapa dengan nama Ukutempa.
"Jadi dari anak-anak yang saya latih kita buat komunitas namanya Ukutempa," cetusnya.
Ukulele tempurung kelapa dibuatnya masih secara manual dengan peralatan sederhana.
Sehingga jumlah Ukulele yang diproduksi masih terbatas untuk pemenuhan kebutuhan komunitasnya.
"Pembuatan ukulele batok kelapa ini masih terbatas untuk pemenuhan kebutuhan komunitas, di daerah sekitar tempat tinggal ada namanya komunitas ukulele tempurung kelapa (Ukutempa) hanya untuk kepentingan pelayanan, mengiring ibadah," tuturnya.
Dengan waktu terbatas sebagai seorang guru, sehingga pembuatan ukulele diturunkan kepada saudaranya.
Baca juga: Henry Tuhusula, si Pembuat Ukulele Berbahan Tempurung Kelapa
"Karena saya sebagai pendidik juga waktu terbatas untuk pembuatan, itu ada kakak saya yang turut juga membuat ukulele dari ide yang saya punya, saya kembangkan dia mulai mencoba dan itu sudah menjawab kepentingan dunia musik di kota Ambon untuk sekedar memberi warna," ungkapnya.
Bahkan, Ukulele yang dibuat dari tempurung kelapa sudah diambil oleh Pemerintah Kota Ambon untuk dipamerkan sebagai icon alat musik dari Maluku.
"Dalam hal ini pemerintah kota Ambon telah mengambil beberapa ukulele sebagi icon untuk dipamerkan keluar daerah bahwa ukulele tempurung kelapa itu ada dari Maluku," tandasnya.
Harga sebuah ukulele dengan gabungan dua tempurung kelapa dijual seharga Rp. 500 ribuan.
Harga tersebut sudah mengikuti standar harga saat dibeli oleh pemerintah kota Ambon.
"Kalau ada yang mau memesan juga bisa tapi dalam jumlah yang terbatas," ujarnya.
Meski begitu, pria yang akrab disapa Hen, memiliki rencana untuk kedepannya membuka sentra pembuatan ukulele.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/1272023-Henry-Tuhusula.jpg)