Minggu, 26 April 2026

Speedboat Tenggelam, Kanit Provos di Maluku Tewas Tenggelam

Satu unit speedboat berpenumpang lima orang, tiga diantaranya anggota Kepolisian Sektor Fordata tenggelam dihantam gelombang.

ist
Kanit Provos Polsek Fordata, Aipda Fransiskus Kelbulan ditemukan meninggal dunia, Senin (3/7/2023). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Satu unit speedboat berpenumpang lima orang, tiga diantaranya anggota Kepolisian Sektor Fordata tenggelam dihantam gelombang.

Kecelakaan laut terjadi di Selat Orafruan, antara desa Kelan, Kecamatan Tanimbar Utara, dan Romean, Kecamatan Fordata, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Senin (3/7/2023) sekira pukul 01.00 WIT.

Kejadian itu menyebabkan Kanit Provos Polsek Fordata, Aipda Fransiskus Kelbulan ditemukan meninggal dunia.

Sementara dua anggota polisi masing-masing Bripda Charles Lutlutur dan Briptu Luky Kewilaa ditemukan selamat. Sostenes Lutlutur (51), dan Andre Talutu (21), dua warga sipil juga selamat dalam insiden naas itu.

Demikian disampaikan Kasi Humas Polres Kepulauan Tanimbar Iptu Adolof Batlayeri kepada wartawan, Senin.

"Aipda Fransiskus Kelbulan baru ditemukan sekitar pukul 08.30 WIT, dengan kondisi sudah tak bernyawa," kata Batlayeri.

Baca juga: Jadwal Kapal Pelni Ambon - Bau-bau Juli 2023: KM Nggapulu dan KM Dobonsolo Tanpa Transit

Batlayeri menjelaskan saat itu Aipda Kelbulan bersama dengan 2 personel Polsem Fordata lainnya dan 2 warga sipil melakukan penyeberangan laut dari Desa Kelaan menuju Desa Romean, sekitar pukul 01.00 WIT

Keduanya yakni Bripka Charles Lutlutur, Briptu Lucky Kewilaa, dan 2 warga sipil yaitu Sostenes Lutlutur (51) asal desa Kelaan yang juga adalah pemilik speedboat serta Andre Talutu (21) asal Desa Romean.

Ditengah perjalanan, speedboat yang mereka tumpangi diterpa gelombang tinggi dan terbalik.

"Berdasarkan Keterangan dari laporan yang kami terima, Mereka menggunakan speedboat milik Sostenes Lutlutur. Saat berada ditengah laut, speedboat diterpa gelombang tinggi sehingga terbalik," tambahnya.

Para penumpang berusaha berusaha menyelamatkan diri.

Sostenes dan Andre berhasil berenang ke Desa Romean dan tiba pukul 03.00 WIT.

Kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada warga setempat.

Lanjut Jelas Kasi Humas, Setelah memperoleh informasi tersebut, warga setempat dengan menggunakan sejumlah speedboat langsung melakukan pencairan tiga korban lainnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved