Maluku Terkini
Harga Anjlok, Petani Sayur di Kobi dan Seti - Maluku Tengah Merugi
Dijelaskan, sayur Boncis misalnya, jika sebelumnya sayuran ini dari petani dibeli dengan harga Rp 14 ribu per kilogram, sekarang menurun jauh di angka
Penulis: Lukman Mukadar | Editor: Adjeng Hatalea
Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Lukman Mukaddar
MASOHI, TRIBUNAMBON.COM - Petani di Kecamatan Seram Utara Timur Kobi dan Seram Utara Timur Seti mengeluh harga sayur-mayur di dua bulan terakhir anjlok.
Akibatnya, pendapatan mereka turun drastis hingga menanggung kerugian.
"Beberapa hari lalu saya bertemu dengan beberapa Kepala Desa di Serut Kobi dan Seti, itu rata-rata mereka mengeluh petani di sama rugi katanya, karena harga sayur murah sekali," kata Ketua Komisi II DPRD Maluku Tengah, Hasan Alkatiri di Masohi, Senin (3/7/2023).
Sayur mayur dimaksud antara lain, Boncis, Tomat dan Cabai Rawit hingga Pepaya California.
Dijelaskan, sayur Boncis misalnya, jika sebelumnya sayuran ini dari petani dibeli dengan harga Rp 14 ribu per kilogram, sekarang menurun jauh di angka Rp 8.000 per kilonya.
Sementara Cabai dan Tomat hingga Pepaya California pun mengalami anjlokan harga cukup signifikan hingga membuat para petani merugi.
"Biasanya itu petani dapat dengan harga Rp. 12 sampai Rp, 14 rb tapi sekarang cuma Rp 8000 karena itu mereka bilang sangat rugi," jelas Aleg asal Dapil II Seram Utara Raya itu.
Baca juga: Stok Melimpah, Harga Cabai Rawit di Pasar Binaya Masohi Makin Turun
"Angan-angan mereka hasil panen bisa mendapatkan Rp 9 sampai Rp 10 juta, nyatanya setelah panen jauh dibawa target itu, otomatis mereka rugi dari sisi permodalan dan biaya tanam," tambah Hasan.
Sebagai wakil Rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) II Seram Utara Raya, ia mengaku perihatin dengan kondisi para petani.
Karena itu Ia berharap pemerintah mencarikan solusi untuk mengatasi deflasi yang ada saat ini.
Pasalnya, 70 persen pemasok sayur mayur di Kota Masohi itu berasal dari dua kecamatan tersebut. Sehingga kesejahteraan para petani di sana penting untuk diperhatikan.
"Pemerintah harus melihat masalah ini jangan hanya melihat inflasi di wilayah perkotaan saja tetapi juga harus memperhatikan deflasi yang ada di desa desa saat ini sehingga ada pemerataan perhatian. Dengan begitu secepatnya bisa ada solusi dari pemerintah untuk mengintervensi situasi seperti ini," jelas politisi Golkar itu.
"Kalau bisa pemerintah melalui OPD atau dinas-dinas terkait ini menjalin semacam kerjasama dengan Kabupaten lain harga hasil panen petani ini juga bisa di ekspor keluar daerah dengan begitu harga beli ditingkat petani juga bisa menguntungkan mereka," tutur Hasan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/372023-Tanaman-Boncis.jpg)