Minggu, 19 April 2026

Festival Ketupat

Festival Ketupat Talaga Kodok ke-2 Dibanjiri Pengunjung

Festival yang mengusung tema 'datang sebegai tamu pulang sebagai keluarga, dalam bingkai hidup orang basudara' telah berlangsung sudah dua kali.

Penulis: M Fahroni Slamet | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Fahroni Slamet
Warga Dusun Telaga Kodok, Desa Hitu, Maluku Tengah telah menggelar Festival Ketupat, Sabtu (01/07/2023). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Fahroni Slamet

AMBON,TRIBUNAMBON.COM - Warga Dusun Telaga Kodok, Desa Hitu, Maluku Tengah telah menggelar Festival Ketupat, Sabtu (01/07/2023).

Ratusan pengunjung pun membanjiri acara yang berlangsung dari di tengah perkampungan itu.

Festival yang mengusung tema 'datang sebegai tamu pulang sebagai keluarga, dalam bingkai hidup orang basudara' telah berlangsung sudah dua kali.

Beberapa pejabat diundang untuk menikmati semua hidangan utama yaitu ketupat bersama aneka lauk.

Kepada TribunAmbon.com, Sadin Manur mengatakan bahwa sebanyak 40 stand ketupat berdasarkan kelompok gang dari ujung desa ke ujungnya lagi.

"Stand ada sekitar 40 stan, dari ujung kampung hingga ujung kampung," kata Sadin.

Semua stand itu adalah kelompok-kelompok kecil masyarakat disana yang bertugas menyiapkan makanan untuk para pengunjung dan gratis.

"Jadi semua stand itu sesuai keinginan masyarakar, kita kumpulkan lalu kita sajikan secara gratis," lanjutnya.

Baca juga: Ratusan Pasang Mata Jadi Saksi Balapan Sepeda M1R SSB Kota Ambon di Sirkuit Mandala Remaja

Baca juga: Jenazah Jamal Rolobessy Pemuda Tial yang Meninggal di Rusia Masih Diautopsi

Meski baru berjalan dua tahun, Sadin berkeinginan tuk menjadikan ini sebagai agenda rutin tahunan.

"Ini baru dua tahun, nanti kita lihat kalau memang banyak sekali antusias seperti ini semoga dia bisa menjadi agenda rutin, dan masuk dalam kalender wisata di Maluku," lanjutnya.

Tujuan dari festival ini sendiri menurutnya bisa menjadi sebuah penyangga wisata di Jazirah Leihitu dan menjadi peningkatan perekonomian masyarakar Talaga Kodok.

Tidak disebtukan total dana yang diperlukan dalam festival tersebut dikarenakan festival itu murni adalah kerelaan masyarakat katanya.

"Kalau bicara dana yang diperlukan, tidak ada karena ini memang kerelaan masyarakat, estimasi juga tidak ada," lanjutnya.

Dia pun berharap kedepan pemerintah bisa memfasilitasi festival ketupat agar acaranya bisa lebih baik dari sekarang.

"Semoga kedepan pemerintah bisa membantu memfasilitiasi agar festival ini bisa lebih baik dari sekarang, lalu bisa lebih besar lagi, mungkin bisa sampai rekok muri," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved